“Setelah dapat kemenangan, kami lebih percaya diri untuk ke depannya pastinya. Begitu cetak gol pertama, dan kemasukkan dua gol, kami mampu membalikan keadaan sampai skor menjadi 3-2,” tuturnya.
“Artinya, timnas semakin kuat walaupun kami sedang kemasukan gol atau situasi kalah, tetapi kami bisa membalikannya,” ujarnya. “Sekali lagi, saya sangat berterima kasih kepada pemain dan sangat bangga,” tambah dia.
Namun, pengamat sepak bola Vietnam, Vu Manh Hai, menilai selebrasi yang di lakukan Shin Tae-yong terlalu berlebihan.
“Shin mengalahkan timnas U20 Vietnam, itu saja, senang untuknya dan bahagia untuk sepak bola Indonesia,” ujar Vu Manh Hai di kutip BolaSport.com dari Soha.vn. “Mereka juga menang, juga gemilang, sehingga memuncaki Grup F Kualifikasi Asia. Namun, cara bicara Shin agak berlebihan, kurang rendah hati.
Jika dia cepat puas diri maka sulit untuk ke level berikutnya,” tambah dia. “Bersenang-senang itu bagus, tetapi jangan berlebihan. Anda perlu mengevaluasi semuanya dengan benar,” tuturnya. Sementara itu, media Vietnam, Soha.vn, menyoroti komentar kapten timnas U20 Indonesia, Muhammad Ferrari.
“Kami tahu kelemahan Vietnam, sementara mereka salah menilai pemain Indonesia,” ujar Muhammad Ferrari seperti di tuliskan Soha.vn. “Kami memiliki mental yang kuat sehingga dapat membalikkan keadaan setelah Vietnam memimpin,” katanya.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan saya yang telah membalaskan dendam melawan Vietnam,” imbuh dia. Menurut Soha.vn, pernyataan Muhammad Ferrari ini di nilai sama sombongnya dengan pernyataan Shin Tae-yong setelah laga kontra Vietnam.
“Lihatlah bagaimana kapten timnas U20 Indonesia, Muhammad Ferrari, menceritakan setelah menang lawan Vietnam. Itu sama sombongnya dengan Shin Tae-yong,” tulis Soha.vn. (Bagas Reza Murti)






