“Suara motor jadi lebih berisik karena udara yang masuk semakin banyak ke throttle body. Bahaya juga kalau kemasukan air apalagi masuk sampai ruang bakar, bisa bikin mesin mati,” ungkapnya.
Kotoran yang terus menerus masuk ruang pembakaran bisa menutup injektor. Nantinya, injektor akan kehilangan fungsinya untuk menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Yang terjadi selanjutnya timbul gas brebet dan mesin mati sendiri.
Belum lagi air yang gampang masuk tanpa adanya filter udara. Siap-siap kerusakan mesin makin kompleks lagi. Toga mengatakan melepas filter udara tidak sebanding dengan biaya perbaikan mesin yang mencapai Rp 4 juta. Jadi, masih nekat lepas filter udara enggak nih?






