Cara Membaca Viskositas Oli
Tingkat kekentalan oli yang tercetak pada setiap botol oli, seperti 0W-20, 5W-30, atau 10W-30, menentukan reaksinya terhadap perubahan suhu. Huruf W berasal dari kata “Winter”, menggambarkan pengukuran bagaimana oli mengalir saat kondisi mesin mobil sedang dingin atau baru saja dihidupkan.
Sementara, angka setelah huruf W menandakan bagaimana oli mengalir di suhu mesin saat sudah panas atau sedang beroperasi. Semakin kecil angka setelah huruf W, semakin encer oli saat mesin panas. Misalnya saja, kekentalan olinya 0W-20, 0 menandakan kekentalan ketika dingin dan 20 menandakan kekentalan ketika panas.
Viskositas Oli Berubah Seiring Umur Pakai
Pada dasarnya, kondisi mesin mobil akan berubah seiring waktu. Mobil dengan mesin tua disarankan menggunakan oli yang lebih kental, sementara mobil baru menggunakan oli yang encer. Namun, hal ini tidak bisa menjadi patokan karena tergantung kondisi mesin dan faktor lainnya.
Menggunakan Viskositas Oli yang Salah
Jika menggunakan kekentalan yang tidak dianjurkan, bisa-bisa muncul masalah serius pada mobil, seperti keausan, bahkan kerusakan mesin.
Selain memerhatikan pemilihan kekentalan oli yang tepat, juga perlu menggantinya secara berkala agar kondisi mesin mobil tetap prima. Umumnya, penggantian oli mesin dilakukan setiap 5.000 km atau 6 bulan sekali atau jika menggunakan oli bagus bisa setiap 10.000 km atau 1 tahun sekali. Namun, untuk memastikan waktu penggantian mobil Anda bisa melihat anjuran dari buku manual.






