Pakai Steering Damper Untuk Motor Harian, Penting atau Cuma Sekedar Gaya?

Walau begitu, Anda tak perlu khawatir dengan penyesuaiannya. Layaknya suspensi, steering damper juga dilengkapi dengan penyetelan tingkat kekerasan. Mulai dari 8 klik, 14 klik, 22 klik, 24 klik, dan seterusnya tergantung peruntukkan motornya.

Jenis Steering Damper Motor dan Pemasangannya

Pada dasarnya, steering damper sendiri dibagi menjadi dua yaitu tabung dan kotak. Hanya saja, ketersediaan stabilizer model tabung jauh lebih banyak di pasaran. Pada model ini, bentuk tabung memanjang pada steering damper bergerak.

Jika panjang as sekitar 120 mm, maka pemasangannya harus dilakukan lurus dengan jarak sasis ke segitiga shock depan sebagai perantaranya. Jenis komponen ini kerap digunakan motor untuk road race kelas bebek seperti pada Yamaha MX King atau Honda GTR 150.

Ada pula steering damper model pendek dengan ukuran sekitar 80 mm. Tipe ini cocok untuk motor sport. Ruang pemasangan komponen ini termasuk sempit, terutama jika memiliki fairing.

Hal ini karena stabilizer diaplikasikan di antara segitiga atas dan depan tangki motor. Pengaplikasiannya bisa Anda lakukan pada Yamaha YZF-R15, Yamaha R25, Honda CBR150R, Honda CBR250RR atau Kawasaki Ninja ZX-25R.

Jenis Steering Damper Motor

Selain berbentuk tabung, ada pula stabilizer yang berbentuk kotak atau memutar. Model komponen ini terbilang mudah untuk dipasang dan tidak membutuhkan bentuk ruang.

Pemasangannya dilakukan di segitiga sok depan yang terhubung ke bagian sasis, baik sebelah kiri atau kanan.

Jenis stabilizer ini umumnya hanya memiliki satu setelan untuk mengatur kerja komponen tersebut. Proses pengaplikasian komponen ini juga tidak boleh asal putar saja, melainkan harus mengikuti prosedur yang benar.

Pastikan komponen sudah terpasang dengan tepat agar lebih mudah digerakkan. Untuk mengatur steering damper ini sendiri cukup mudah.

Sebelum memasangnya, pastikan untuk memilih posisi yang tepat. Kemudian putar komponen setiap 2 klik secara perlahan dan bertahap.

Lalu cobalah membelokkan stabilizer untuk mengecek setelannya sudah pas atau belum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *