Suara yang dihasilkan akan ditransmisikan melalui getaran. Konsep tersebut membuat proses pengiriman suara lebih sederhana dan diklaim tak terlalu mengganggu pebalap.
Sumber yang sama mengatakan, penggunaan radio komunikasi di MotoGP akan dilakukan bertahap. Pada fase pertama musim depan, sistem hanya membolehkan race director yang berkomunikasi dengan pebalap. Itupun pesannya dibuat singkat, padat dan satu arah.
Meski belum punya tanggal implementasi yang jelas, namun radio komunikasi MotoGP bisa dipastikan mirip F1. Langkah tersebut sebagian besar bertujuan untuk memberikan nilai entertainment atau hiburan lebih untuk penonton di layar kaca.
Sejumlah pebalap punya pendapat berbeda mengenai sistem radio komunikasi di MotoGP. Sebagian dari mereka mendukung rencana tersebut, namun tak sedikit yang menolaknya.
Dukungan datang dari para rider yang butuh informasi tentang balapan dari pitwall. Sementara penolakan muncul dari mereka yang merasa penggunaan fitur tersebut membuat suasana tak nyaman dan konsentrasi hilang.






