Beberapa waktu lalu, Manajer Repsol Honda Alberto Puig juga tidak ingin menahan Marc Marquez. Alberto mengatakan bahwa Honda tidak bisa memaksa pembalapnya untuk bertahan, jika mereka ingin pergi.
“Saya harus menyebutkan bahwa setiap orang dapat melakukan apapun yang mereka inginkan dalam hidup mereka. Dan Honda bukanlah perusahaan yang memaksa karyawannya untuk tetap tinggal jika mereka tidak bahagia di Honda,” tegas Alberto.
Iklan
Kini, kata Koji, tim pabrikan Honda sedang berusaha keras untuk menghadirkan perkembangan pada motor balapnya. Fokus itu bukan untuk paruh kedua Grand Prix MotoGP 2023, namun untuk musim depan.
“Kami harus meningkatkan sasis, aerodinamika, dan mesin. Saya tidak mengatakan bahwa teknologi roda empat lebih baik, tetapi dengan bekerja sama kita harus bisa mengambil perspektif yang berbeda. Kami ingin mengejar pesaing kami secepat mungkin,” tutup dia.






