Pergerakan camshaft mengikuti kruk as, sehingga klep juga ikut bergerak menyesuaikan putaran dari timing belt. Apabila timing belt ini kendor atau meleset timing-nya, “Komponen internal mesin bisa berbenturan, misal klep dihajar piston,” terang Dimas. Begitu juga bila timing belt putus, maka pergerakan komponen internal jadi tidak selaras dan bisa berbenturan.
Sedangkan fan belt, “Berguna menggerakkan komponen di luar blok mesin dengan memanfaatkan pergerakan kruk as,” ungkap Ribut Joe dari bengkel Key Auto, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Fan belt secara mudahnya menggerakkan alternator, water pump, kompresor dan juga pompa power steering. “Kalau fan belt putus, maka mesin bisa jadi overheat, atau kelistrikan enggak ngisi,” terang Joe, sapaannya
Selain itu power steering juga bisa jadi berat akibat pompa tidak berfungsi karena fan belt putus. AC mobil pun juga bisa jadi kurang dingin karena kompresor AC tidak bergerak akibat fan belt putus.






