Timnas Indonesia U-17 Panggil 6 Pemain Diaspora, ini Asal Usulnya

Sementara itu, Madrid Agusta dan Mahesa Ekayanto menimba ilmu di Belanda. Nama pertama membela AFC’34 Alkmaar. Figur kedua belajar sepak bola di FC Dordrecht. Dia dikabarkan mempunyai kewarganegaraan ganda, Indonesia dan Belanda.

Madrid Agusta pernah menjadi bagian dari ASIOP Academy yang menjuarai Piala Soeratin U-15. Di usianya yang masih menginjak 16 tahun, pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap itu telah mencapai postur 175 cm.

Bacaan Lainnya

Pemain Diaspora Lainnya

Selain itu, Staffan Qabiel berasal dari tim Spanyol, Sant Cugat FC Academy. Dia lahir di Jakarta pada 21 Juli 2006. Tingginya 173 cm dan bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan.

Aaron Liam bermain untuk FC Bulleen Lions di Australia. Ayahnya berasal dari Sumedang, Jawa Barat dan ibunya berdarah Turki. Dia lahir di Melbourne, Australia, pada 3 Juni 2007.

Terakhir, Aaron Nathan adalah kiper dari Youth FC Nottingen di Jerman. Dia berposisi sebagai kiper dan mempunyai tinggi 179 cm, di atas rata-rata penjaga gawang seusianya di Indonesia.

TC Sudah Dimulai

Training center Timnas Indonesia U-17 buat Piala Dunia U-17 2023 telah dimulai di Jakarta pada Senin (10/7/2023) hingga 28 Agustus 2023.

“Alhamdulillah, kami mengawali seleksi pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 pada hari ini dengan tes kesehatan kepada seluruh pemain. Untuk tahap awal kami memanggil 34 pemain,” kata Bima Sakti dinukil dari laman PSSI.

“Tentu kami sangat selektif memilih pemain dan mencari pemain sesuai kebutuhan tim. Kriteria yang kami cari tentu dari kualitas pemain tersebut, skill individu, chemistry dengan teman-temannya, mental, disiplin, dan lain-lainnya,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *