Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat: Arab, Latin, dan Artinya

Ilmu adalah bekal yang menemani manusia sepanjang hidupnya. Dengan ilmu, seseorang dapat membedakan yang benar dari yang keliru, bekerja dengan lebih baik, dan mengambil keputusan yang lebih bijak. Namun dalam Islam, ilmu yang dicari bukan sekadar banyaknya hafalan atau tingginya gelar, melainkan ilmu yang bermanfaat, yang menumbuhkan ketakwaan, memperbaiki akhlak, dan memberi manfaat bagi orang lain. Karena itu, sebelum dan sesudah belajar, seorang muslim dianjurkan untuk berdoa agar ilmunya diberkahi.

Doa memohon ilmu yang bermanfaat ini sering dibaca pada pagi hari, sebelum memulai belajar, atau ketika seseorang hendak menuntut ilmu. Doa ini diriwayatkan dalam hadis yang disampaikan oleh Ummu Salamah, bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam setelah salat Subuh membaca doa yang memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima. Riwayat ini menjadi landasan bagi banyak umat Islam untuk menjadikan doa tersebut sebagai bagian dari rutinitas harian mereka.

Seseorang membaca Al-Quran di dekat jendela
Seseorang membaca Al-Quran di dekat jendela. Foto: Rana Nur Akpınar / Pexels.

Teks Arab Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.

Artinya

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

Doa yang singkat ini memuat tiga permohonan yang saling berkaitan. Pertama, ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, menuntunnya kepada kebaikan, dan tidak membuatnya sombong atau merugikan orang lain. Ilmu yang bermanfaat tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi tampak dalam sikap: lebih jujur, lebih sabar, lebih amanah, dan lebih peduli terhadap sesama. Inilah ukuran ilmu yang sesungguhnya dalam pandangan Islam.

Kedua, rezeki yang baik. Rezeki yang baik bukan hanya soal jumlah, tetapi juga soal kehalalan sumbernya dan keberkahannya. Rezeki yang baik menenangkan hati, mencukupi kebutuhan, dan memudahkan pemiliknya untuk berbuat baik. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang bekerja dengan ilmu dan kejujuran akan lebih mudah menjaga rezekinya dari cara-cara yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Ketiga, amal yang diterima. Amal yang diterima adalah amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan. Permohonan ini mengingatkan bahwa belajar dan bekerja saja tidak cukup; niat dan cara melakukannya juga harus dijaga. Ilmu yang dipelajari hendaknya diamalkan, dan amal yang dilakukan hendaknya diniatkan karena Allah, bukan sekadar untuk pujian atau pengakuan manusia.

Baca Juga: Doa Sebelum Belajar Lengkap: Arab, Latin, Artinya, dan Adab Menuntut Ilmu

Doa dalam Al-Quran: Mohon Ditambah Ilmu

Selain doa di atas, Al-Quran juga mengajarkan doa untuk memohon tambahan ilmu. Dalam Surah Thaha ayat 114, Allah berfirman dengan perintah kepada Nabi-Nya untuk berdoa agar ditambah ilmunya. Ayat ini menjadi dasar penting bahwa menuntut ilmu adalah proses yang tidak pernah selesai, dan bahwa seorang muslim selalu membutuhkan pertolongan Allah dalam belajar.

وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Wa qul rabbi zidni ‘ilma.

Artinya: “Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.’” (QS Thaha: 114).

Ayat ini menunjukkan adab yang indah dalam menuntut ilmu: semakin banyak seseorang belajar, semakin ia menyadari betapa luasnya ilmu Allah dan betapa terbatasnya pengetahuannya. Kesadaran ini melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan. Orang yang berilmu sejati tidak merasa paling tahu, melainkan terus membuka diri untuk belajar, bertanya, dan memperbaiki pemahamannya.

Adab Menuntut Ilmu yang Bermanfaat

Agar ilmu benar-benar bermanfaat, ada beberapa adab yang perlu dijaga. Pertama, meluruskan niat. Belajarlah karena Allah dan untuk memberi manfaat, bukan semata-mata untuk bersaing atau merendahkan orang lain. Niat yang lurus akan membuat proses belajar terasa lebih ringan, karena setiap kesulitan dihadapi sebagai bagian dari ibadah, bukan sekadar beban.

Kedua, menghormati guru dan sumber ilmu. Seorang penuntut ilmu hendaknya mendengarkan dengan baik, mencatat dengan teliti, dan tidak malu bertanya ketika belum memahami. Menghormati guru juga berarti menjaga adab dalam berbicara, tidak memotong penjelasan, dan bersyukur atas waktu serta ilmu yang dibagikan. Sikap ini sering kali membuka pintu keberkahan ilmu yang tidak didapatkan dari sekadar membaca buku.

Ketiga, mengamalkan ilmu secara bertahap. Ilmu yang tidak diamalkan mudah hilang, sedangkan ilmu yang diamalkan akan semakin melekat dan berkembang. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan hari ini, misalnya membagikan satu hal baik yang baru dipelajari kepada keluarga, atau memperbaiki satu kebiasaan setelah memahami dalilnya. Langkah kecil yang konsisten sering kali lebih berharga daripada rencana besar yang tidak pernah dijalankan.

Keempat, menjaga kejujuran dalam menggunakan ilmu. Ilmu tidak boleh dipakai untuk menipu, memanipulasi, atau menyakiti orang lain. Sebaliknya, ilmu hendaknya dipakai untuk menyelesaikan masalah, membantu yang kesulitan, dan menjaga amanah. Ketika ilmu dipakai dengan jujur, kepercayaan orang lain pun tumbuh, dan manfaat ilmu menjadi semakin luas.

Kapan Doa Ini Dibaca?

Doa ini dapat dibaca setelah salat Subuh, sebagaimana dicontohkan dalam riwayatnya, atau sebelum memulai aktivitas belajar dan bekerja. Orang tua juga dapat mengajarkannya kepada anak-anak sejak dini, agar mereka terbiasa memulai hari dengan permohonan ilmu yang bermanfaat. Bagi pelajar, mahasiswa, guru, dan siapa pun yang sedang belajar, doa ini dapat menjadi pengingat harian bahwa belajar adalah amanah yang perlu dijaga.

Yang tidak kalah penting, doa perlu diiringi dengan usaha. Berdoa memohon ilmu yang bermanfaat harus disertai dengan kesungguhan belajar, kedisiplinan membaca, dan keberanian untuk berlatih. Doa tanpa usaha bagaikan harapan tanpa langkah, sedangkan usaha tanpa doa mudah membuat seseorang lupa bahwa segala kemudahan datang dari Allah. Keduanya berjalan beriringan.

Pada akhirnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mengubah pemiliknya menjadi pribadi yang lebih baik dan lingkungannya menjadi lebih baik pula. Semoga dengan membiasakan doa ini, Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat, memberikan rezeki yang baik, dan menerima amal kita. Aamiin.

Sumber

  • Al-Quran, Surah Thaha ayat 114, diakses 3 November 2026.
  • Wikipedia bahasa Indonesia, Sunan Kalijaga (untuk konteks riwayat doa dalam tradisi belajar), diakses 3 November 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *