Doa Sesudah Adzan Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Adzan berkumandang lima kali dalam sehari, mengajak umat Islam meninggalkan kesibukan dunia untuk menghadap Allah dalam shalat. Namun banyak orang yang setelah mendengar adzan langsung bersiap shalat tanpa membaca doa yang dianjurkan setelah adzan selesai. Padahal, doa sesudah adzan adalah amalan ringan yang memiliki keutamaan besar, bahkan disebutkan dalam hadis sahih sebagai jalan untuk mendapatkan syafaat Nabi Muhammad saw pada hari kiamat. Artikel ini menyajikan doa sesudah adzan secara lengkap, lengkap dengan teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan bahasa Indonesia, agar mudah dibaca dan diamalkan.

Doa setelah adzan dibaca setelah seruan adzan selesai, setelah shalawat, dan salam kepada Nabi. Urutan ini penting diperhatikan, karena doa ini bukan pengganti jawaban adzan, melainkan pelengkap setelah kita menjawab lafaz-lafaz adzan. Dalam riwayat yang disampaikan NU Online, doa ini dibaca setelah seruan adzan, shalawat, dan salam Nabi, sehingga seseorang yang mengamalkannya sebaiknya tidak terburu-buru, melainkan menyelesaikan dulu jawaban adzan, lalu bershalawat, kemudian membaca doa ini dengan khusyuk.

Siluet masjid saat senja
Foto: withatices (nama akun Pexels) / Pexels — Siluet masjid saat senja.

Berikut ini teks Arab doa sesudah adzan sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih Bukhari dari sahabat Jabir bin Abdullah ra:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَائِمَةِ آتِ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً الوَسِيْلَةَ وَالفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ المِيْعَادَ

Transliterasi Latinnya adalah sebagai berikut:

Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti sayyidanā muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa‘attah, innaka lā tukhliful mī’ād.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seruan yang sempurna dan shalat yang berdiri, berikanlah wasilah (tempat di surga) dan keutamaan kepada Nabi Muhammad saw. Bangkitkan ia pada kedudukan terpuji (hak syafa’at) yang Kaujanjikan. Sungguh, Engkau tidak akan menyalahi janji.”

Baca Juga: Doa Bangun Tidur Lengkap: Arab, Latin, Artinya, dan Makna Syukur di Pagi Hari.

Dalam versi yang dikutip NU Online, doa sesudah adzan juga dilanjutkan dengan doa memohon ampunan untuk diri sendiri dan kedua orang tua. Doa tambahan ini sering dibaca oleh banyak umat Islam setelah doa utama, karena ia mengandung permohonan yang sangat menyentuh: ampunan bagi diri dan orang tua, serta kasih sayang Allah untuk keduanya sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil. Berikut teksnya:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīrā.

Artinya: “Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil.”

Keutamaan doa ini disebutkan secara tegas dalam hadis. Dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah saw bersabda bahwa siapa saja yang berdoa ketika mendengar seruan adzan dengan lafaz “Allāhumma rabba hādzihid dakwatit tāmmah, was shalātil qā’imah, āti muhammadanil wasīlata wal fadhīlah, wab‘atshu maqāmam mahmūdanil ladzī wa‘attah,” maka niscaya syafaat beliau akan jatuh kepadanya pada hari kiamat. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Sahihnya, dan dikutip pula oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, halaman 44, cetakan Darul Hadits Kairo tahun 2003 M/1424 H. Karena itu, doa ini bukan sekadar bacaan tambahan, melainkan amalan yang memiliki janji yang sangat besar.

Makna doa ini juga patut direnungkan kata demi kata. Frasa “rabba hādzihid dakwatit tāmmah” berarti Tuhan dari seruan yang sempurna, yaitu adzan yang mengajak kepada tauhid dan shalat. Frasa “was shalātil qā’imah” berarti dan shalat yang akan ditegakkan, mengingatkan kita bahwa adzan adalah panggilan menuju shalat yang segera didirikan. Permohonan “wasilah” adalah permohonan agar Nabi Muhammad saw diberikan tempat yang tinggi di surga, sedangkan “fadhilah” adalah keutamaan yang khusus bagi beliau. Permohonan agar beliau dibangkitkan pada “maqāman mahmūdā” adalah permohonan agar beliau mendapatkan kedudukan terpuji, yaitu hak memberi syafaat, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, mengamalkan doa sesudah adzan bisa menjadi jeda yang menenangkan. Banyak orang mendengar adzan sambil tetap bekerja, mengemudi, atau menatap layar ponsel, sehingga seruan itu hanya lewat begitu saja. Dengan berhenti sejenak, menjawab adzan, bershalawat, lalu membaca doa ini, seseorang memberi ruang bagi hatinya untuk berpindah dari kesibukan dunia menuju kesiapan shalat. Jeda singkat ini sering kali membuat shalat terasa lebih khusyuk, karena hati sudah diarahkan sejak sebelum takbiratul ihram.

Bagi yang belum hafal, tidak perlu merasa terbebani. Bacalah doa ini dengan melihat teksnya terlebih dahulu, ulangi beberapa kali setiap waktu shalat, dan dalam beberapa hari lafaznya akan mulai melekat di ingatan. Anak-anak pun bisa diajarkan secara bertahap, misalnya dengan membacakan Latinnya terlebih dahulu, lalu mengenalkan teks Arabnya sedikit demi sedikit. Yang terpenting adalah memahami artinya, bukan sekadar menghafal bunyinya, agar doa yang dibaca benar-benar menjadi permohonan dari hati, bukan sekadar rutinitas lisan.

Doa sesudah adzan juga bisa menjadi pengingat tentang hubungan kita dengan Nabi Muhammad saw. Setiap kali adzan berkumandang, kita diingatkan bahwa panggilan shalat itu datang melalui ajaran beliau, dan doa ini adalah cara kita memohonkan kebaikan tertinggi untuk beliau. Di saat yang sama, tambahan doa untuk kedua orang tua mengingatkan kita bahwa kebaikan dalam Islam selalu kembali kepada bakti: kepada Allah, kepada Rasul-Nya, dan kepada orang tua yang telah membesarkan kita. Inilah keindahan doa ini, singkat tetapi mencakup banyak hal.

Semoga dengan menyajikan doa sesudah adzan lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya, artikel ini membantu pembaca mengamalkannya dengan benar dan istiqamah. Jangan biarkan adzan berlalu tanpa jawaban dan doa, karena di balik seruan yang singkat itu tersimpan janji syafaat yang sangat besar. Mulailah dari waktu shalat berikutnya: dengarkan adzan dengan saksama, jawablah, bershalawatlah, lalu bacalah doa ini dengan penuh harap kepada Allah. Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber: NU Online — “Doa setelah Adzan”, 4 Agustus 2021, https://islam.nu.or.id/doa/doa-setelah-adzan-pl7h4.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *