Buletin Islam — Berpergian dengan kendaraan sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Ada yang naik mobil ke tempat kerja, ada yang naik motor ke pasar, dan ada pula yang menempuh perjalanan jauh antar kota. Di tengah kesibukan itu, Islam mengajarkan sebuah amalan sederhana yang sering terlupakan, yaitu membaca doa naik kendaraan. Doa ini merupakan bentuk pengakuan bahwa segala kemudahan dalam perjalanan berasal dari Allah, sekaligus permohonan perlindungan selama di jalan.
Doa naik kendaraan bersumber dari Al-Quran, tepatnya Surah Az-Zukhruf ayat 13-14, dan juga diajarkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Bacaan ini dianjurkan dibaca ketika kita sudah menaiki kendaraan dan hendak berangkat, baik kendaraan itu milik sendiri, kendaraan umum, maupun kendaraan yang kita tumpangi. Membacanya tidak membutuhkan waktu lama, tetapi maknanya sangat dalam.

Sebelum membaca doa, kita dianjurkan mengucapkan basmalah terlebih dahulu, lalu bertakbir tiga kali. Setelah itu barulah dibaca ayat yang menjadi inti doa naik kendaraan. Rangkaian ini menunjukkan adab seorang muslim dalam memulai perjalanan: mengingat Allah di awal, mengagungkan-Nya, lalu menyadari bahwa kendaraan yang kita naiki adalah pemberian dan kemudahan dari-Nya.
Baca Juga: Doa Bangun Tidur: Arab, Latin, dan Artinya | Doa Setelah Shalat Dhuha: Arab, Latin, dan Artinya
Bacaan Doa Naik Kendaraan
Pertama, ucapkan basmalah, kemudian bertakbir tiga kali:
اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”
Setelah itu, bacalah doa berikut ini yang terdapat dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13-14:
سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ مُقْرِنِيْنَۙ وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ
Subḫânalladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn.
Artinya: “Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. Az-Zukhruf: 13-14)
Ayat ini mengandung pengakuan yang indah. Kita menyadari bahwa kendaraan yang kita naiki, sehebat apa pun teknologinya, tidak akan bisa kita kuasai tanpa kemudahan dari Allah. Kuda, unta, mobil, motor, pesawat, semuanya tunduk kepada manusia karena Allah yang menundukkannya. Kalimat penutup ayat ini juga mengingatkan kita bahwa perjalanan di dunia ini pada akhirnya akan kembali kepada Allah, sehingga kita diajak untuk selalu menjaga niat dan sikap selama bepergian.
Doa untuk Perjalanan Jauh
Untuk perjalanan yang lebih jauh, seperti bepergian antar kota atau mudik, ada doa tambahan yang dianjurkan. Doa ini mencakup permohonan kebaikan dan ketakwaan selama perjalanan, kemudahan dalam menempuh jarak, serta perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah. Berikut ini lafaz latinnya:
Allâhumma innâ nas’aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat taqwâ wa minal ‘amali mâ tardlâ. Allâhumma hawwin ‘alainâ safaranâ hâdzâ wathwi ‘annâ bu‘dah, Allâhumma antash shâhibu fis safari wal khalîfatu fil ahli, Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wa‘tsâis safari wa kâbatil mandhari wa sû’il munqalabi fil mâli wal ahli.
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami ini dan keridhaan dalam amalan kami. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga (yang ditinggalkan). Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, dari pemandangan yang menyedihkan, dan dari keburukan saat kembali, baik yang menimpa harta maupun keluarga.”
Doa ini menunjukkan betapa lengkapnya ajaran Islam dalam menyikapi perjalanan. Kita tidak hanya memohon keselamatan untuk diri sendiri, tetapi juga memohon kebaikan dalam amalan selama bepergian dan perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Bagi orang yang sering melakukan perjalanan dinas atau mudik, doa ini sangat layak dihafalkan.
Adab Selama Perjalanan
Membaca doa naik kendaraan sebaiknya dibarengi dengan adab-adab perjalanan yang lain. Pertama, periksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, seperti bahan bakar, tekanan ban, dan rem. Kedua, patuhi aturan lalu lintas dan jangan memaksakan diri berkendara saat mengantuk. Ketiga, niatkan perjalanan untuk hal yang baik, misalnya bekerja, menuntut ilmu, atau bersilaturahmi. Dengan niat yang baik, perjalanan yang biasa pun bisa bernilai ibadah.
Selain itu, selama perjalanan kita juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa. Bagi yang bepergian jauh, ada keringanan dalam shalat, seperti menjamak dan mengqashar shalat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai kesibukan perjalanan membuat kita lalai dari kewajiban shalat. Berhentilah sejenak di tempat yang aman untuk menunaikan shalat tepat waktu.
Keutamaan Membaca Doa Sebelum Berangkat
Membaca doa sebelum berangkat memiliki banyak manfaat. Secara spiritual, doa menenangkan hati dan mengingatkan kita bahwa keselamatan ada di tangan Allah. Secara psikologis, seseorang yang memulai perjalanan dengan doa cenderung lebih tenang dan berhati-hati dalam berkendara. Ia tidak mudah terpancing emosi di jalan, tidak ugal-ugalan, dan lebih sabar menghadapi kemacetan.
Doa juga menjadi pengingat bahwa perjalanan adalah amanah. Kendaraan yang kita gunakan, jalan yang kita lalui, dan keselamatan yang kita harapkan, semuanya adalah nikmat dari Allah. Ketika kita menyadari hal itu, kita akan lebih bersyukur dan lebih berhati-hati. Inilah hikmah dari doa yang singkat tetapi bermakna dalam ini.
Mulailah membiasakan membaca doa naik kendaraan setiap kali bepergian, meskipun hanya perjalanan singkat ke warung atau ke sekolah. Ajarkan pula kepada anak-anak sejak dini, agar mereka tumbuh dengan kebiasaan mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Semoga setiap perjalanan kita selalu dalam lindungan Allah SWT, selamat sampai tujuan, dan kembali dengan membawa kebaikan. Aamiin.
Sumber: Quran NU Online — Doa Naik Kendaraan: Arab, Latin dan Artinya — https://quran.nu.or.id/doa/doa-perjalanan/doa-naik-kendaraan






