Adzan adalah panggilan yang mengajak umat Islam untuk menunaikan shalat. Setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa setelah adzan. Doa ini memiliki keutamaan yang besar, salah satunya adalah janji syafaat dari Rasulullah SAW pada hari kiamat bagi siapa yang membacanya dengan ikhlas.
Artikel ini menyajikan bacaan doa setelah adzan dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, lengkap dengan penjelasan keutamaannya serta amalan yang dianjurkan saat mendengar adzan.
Bacaan Doa Setelah Adzan
Doa setelah adzan yang diajarkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut.
Bacaan Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Bacaan Latin:
“Allahumma Rabba hadzihid da’watit tammah, wash shalatil qa’imah, ati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqaman mahmudanilladzi wa’adtah.”
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada kedudukan yang terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan.”
Keutamaan Doa Setelah Adzan
Keutamaan membaca doa setelah adzan disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengucapkan seperti yang diucapkan muadzin, lalu membaca doa ini, maka ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. Bukhari). Janji syafaat ini menunjukkan betapa besar keutamaan amalan yang sederhana ini.
Selain itu, doa setelah adzan juga merupakan waktu yang mustajab. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak. Karena itu, setelah membaca doa setelah adzan, umat Islam dianjurkan untuk berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat sebelum iqamah dikumandangkan.
Sebagian ulama menambahkan bacaan “innaka la tukhliful mi’ad” (sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji) di akhir doa setelah adzan, berdasarkan riwayat dari Baihaqi. Penambahan ini diperbolehkan dan dilakukan oleh sebagian umat Islam, walaupun tidak terdapat dalam riwayat Bukhari.
Amalan Saat Mendengar Adzan
Ketika mendengar adzan, umat Islam dianjurkan untuk menjawab seruan muadzin dengan mengucapkan kalimat yang sama, kecuali pada lafaz “hayya ‘alash shalah” dan “hayya ‘alal falah”, yang dijawab dengan “la haula wa la quwwata illa billah” (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Setelah adzan selesai, barulah membaca doa setelah adzan, kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim). Urutan ini menunjukkan bahwa menjawab adzan, bershalawat, dan berdoa setelah adzan adalah satu rangkaian amalan yang saling berkaitan.
Baca Juga: Doa Setelah Makan: Arab, Latin, dan Artinya
Waktu Adzan dan Shalat Lima Waktu
Adzan dikumandangkan lima kali dalam sehari: Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya. Setiap adzan menjadi penanda masuknya waktu shalat sekaligus pengingat bagi umat Islam untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan menghadap Allah. Membaca doa setelah adzan adalah cara untuk mengisi jeda antara adzan dan shalat dengan amalan yang bermanfaat.
Adzan juga memiliki fungsi sosial: ia menyatukan umat Islam dalam satu irama kehidupan. Ketika adzan berkumandang, kaum muslimin di berbagai penjuru dunia menghentikan aktivitasnya dan bersiap menunaikan kewajiban yang sama, menghadap kiblat yang sama, dengan bacaan yang sama.
Mengapa Doa Setelah Adzan Penting?
Doa setelah adzan mengajarkan kita untuk selalu menghubungkan aktivitas ibadah dengan doa. Adzan bukan sekadar penanda waktu, melainkan ajakan yang dijawab dengan permohonan kepada Allah. Dengan membaca doa ini, kita memohonkan wasilah dan keutamaan bagi Rasulullah SAW, sekaligus mengharapkan syafaat beliau di hari kiamat.
Membiasakan membaca doa setelah adzan juga melatih kepekaan terhadap waktu shalat. Orang yang terbiasa menjawab adzan dan berdoa setelahnya akan lebih mudah menjaga shalat tepat waktu, karena hatinya selalu terhubung dengan panggilan adzan.
Kesimpulannya, doa setelah adzan adalah amalan ringan namun besar pahalanya. Bacalah dengan penuh penghayatan setiap kali mendengar adzan, kemudian manfaatkan waktu antara adzan dan iqamah untuk berdoa. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.
Baca Juga: Doa Memohon Keturunan yang Saleh
Sumber: Hadis riwayat Bukhari nomor 614 dan Muslim nomor 384 (https://sunnah.com/bukhari:614).
