Di antara doa yang paling layak dibiasakan setiap hari adalah doa untuk kedua orang tua. Orang tua adalah sosok yang paling besar jasanya dalam hidup kita: merekalah yang merawat sejak kita tidak berdaya, mendidik dengan sabar, dan mendoakan tanpa henti, bahkan ketika kita tidak mengetahuinya. Karena itu, Islam mengajarkan anak untuk membalas jasa itu, salah satunya dengan mendoakan mereka.
Doa ini sangat singkat sehingga mudah dihafal, tetapi maknanya sangat dalam. Di dalamnya terkumpul permohonan ampun untuk diri sendiri, permohonan ampun untuk kedua orang tua, dan permohonan kasih sayang Allah bagi mereka, sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil. Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama setelah shalat.

Teks Doa dalam Bahasa Arab
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Latin dan Artinya
Rabbighfir lî wa li wâlidayya warhamhumâ kamâ rabbayânî shaghîrâ.
Artinya: Tuhanku, ampunilah diriku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil.
Makna Setiap Bagian Doa
Pertama, permohonan ampun untuk diri sendiri. Doa ini dimulai dengan memohon ampun untuk diri sendiri, karena seorang anak pun tidak luput dari kesalahan, termasuk kesalahan kepada orang tuanya. Dengan mengakui kekurangan diri terlebih dahulu, doa menjadi lebih tulus dan rendah hati.
Baca Juga: Doa Memohon Ketenangan Hati: Arab, Latin, dan Artinya dan Doa untuk Keselamatan Perjalanan: Arab, Latin, dan Artinya.
Kedua, permohonan ampun untuk kedua orang tua. Orang tua kita, betapa pun baiknya, adalah manusia yang juga tidak luput dari kesalahan. Mendoakan ampunan bagi mereka adalah bentuk bakti yang tidak pernah berhenti, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah mereka tiada.
Ketiga, permohonan kasih sayang. Bagian akhir doa ini mengingatkan kita pada masa kecil: ketika kita tidak dapat makan, berjalan, atau berbicara sendiri, orang tualah yang merawat dengan penuh kasih. Permohonan agar Allah menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita adalah pengakuan yang indah atas jasa yang tidak mungkin terbayar dengan harta.
Mengapa Doa Ini Begitu Dianjurkan?
Dalam Al-Qur’an, perintah berbakti kepada kedua orang tua disebutkan beriringan dengan perintah bertauhid, yang menunjukkan betapa tinggi kedudukan bakti kepada orang tua dalam Islam. Anak diperintahkan untuk bersikap lemah lembut, tidak membentak, dan mendoakan mereka dengan doa yang penuh kasih. Doa ini adalah salah satu wujud nyata dari perintah tersebut.
Selain itu, doa anak yang saleh untuk orang tuanya termasuk amal yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah orang tua meninggal dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa anak saleh yang mendoakan orang tuanya adalah salah satu dari tiga amal yang tidak terputus. Artinya, bakti kita tidak berakhir di liang lahat; ia terus hidup melalui doa.
Kapan dan Bagaimana Mengamalkannya?
Doa ini dapat dibaca setelah setiap shalat fardhu, terutama setelah membaca doa-doa lain, atau kapan saja kita teringat kepada orang tua. Bacalah dengan pelan dan penuh penghayatan, sambil membayangkan wajah mereka dan mengingat kebaikan-kebaikan mereka. Jika orang tua masih hidup, iringi doa dengan sikap yang baik: berbicara lembut, membantu keperluan mereka, dan meluangkan waktu untuk mereka.
Jika orang tua telah meninggal dunia, doa ini menjadi salah satu hadiah terbaik yang dapat kita kirimkan. Selain mendoakan, kita juga dapat bersedekah atas nama mereka, menyambung silaturahmi dengan kerabat dan sahabat mereka, serta menjaga nama baik keluarga dengan akhlak yang mulia. Semua itu adalah bentuk bakti yang pahalanya, insya Allah, sampai kepada mereka.
Bakti yang Tidak Hanya Berupa Doa
Doa yang tulus sebaiknya dibarengi dengan bakti dalam perbuatan. Bagi orang tua yang masih hidup, bakti itu tampak dalam hal-hal sederhana: menelepon untuk menanyakan kabar, datang menjenguk tanpa diminta, membantu pekerjaan rumah, dan mendengarkan cerita mereka tanpa tergesa-gesa. Banyak orang tua tidak meminta banyak hal; mereka hanya ingin merasa masih dihargai dan tidak dilupakan oleh anak-anaknya.
Bagi orang tua yang sudah tiada, bakti berlanjut dalam bentuk yang berbeda: menjaga hubungan dengan saudara dan sahabat mereka, melunasi amanah yang belum tertunaikan, dan meneruskan kebaikan yang pernah mereka ajarkan. Anak yang menjaga akhlak dan kejujuran pada dasarnya sedang menjaga nama baik orang tuanya di tengah masyarakat.
Mengajarkan Doa Ini kepada Anak
Doa yang singkat ini sangat cocok diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Orang tua dapat membacakannya bersama anak setelah shalat, sambil menjelaskan artinya dengan bahasa yang sederhana. Anak yang terbiasa mendoakan orang tuanya akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai jasa orang lain dan tidak mudah lupa kepada keluarga.
Pada akhirnya, doa untuk kedua orang tua mengajarkan kita satu pelajaran penting: tidak ada keberhasilan kita yang berdiri sendiri. Di balik setiap langkah kita, ada doa dan pengorbanan orang tua yang tidak ternilai. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan kedua orang tua kita, menyayangi mereka sebagaimana mereka menyayangi kita di waktu kecil, dan mengumpulkan kita bersama mereka dalam kebaikan di dunia dan akhirat. Aamiin.
Sumber: Quran NU Online — Doa untuk Kedua Orang Tua: Arab, Latin dan Artinya — https://quran.nu.or.id/doa/doa-keseharian/doa-untuk-kedua-orang-tua (diakses 5 November 2026)






