Buletin Islam | Bermain media sosial, pada zaman yang dewasa ini adalah hal yang dilakukan hampir semua manusia yang ada didunia. Anak kecil, anak muda, remaja hingga orang tua.
Media sosial yang memiliki banyak pengguna adalah aplikasi yang berciri khas biru, Facebook. Lewat Facebook, anda tidak hanya bisa mendapatkan teman virtual, tapi juga bisa membagikan status-status untuk mendapatkan like dan komen yang banyak dari teman-teman di Facebook
Baca Juga:
Selain bisa memuat kata-kata bijak, status facebook juga bisa dipakai buat menyindir orang lain. Tapi biar tidar terlalu kasar, updatean yang dilakukan bisa dibuat dengan nada lucu seperti yang akan kami tuliskan berikut ini:
- “Kenyataannya, tikungan tajam kalah jauh sama tikungan teman”
- “Mandilah biar jeleknya luntur.”
- “Debat lawan cewek jangankan bisa menang. Bisa draw aja udah syukur.”
- “Sukses itu dimulai dari diri sendiri. Bukan dari “0”. Emang isi bensin.”
- “Pada update ucapan selamat hari ibu. Giliran disuruh Ibu beli tempe aja kabur.”
- “Aku masih belum bisa melupakanmu, sayang karena aku baru ingat kalau kamu belum bayar utang.”
- “Aku cinta sarkasme. Itu seperti memukul orang tepat di wajahnya, tapi dengan menggunakan kata kata.”
- “Penyesalan pasti datang di akhir, sebab kalau di awal namanya pendaftaran.”
- “Mungkin kamu perlu makan makeup. Biar kamu bisa cantik dari dalam juga.”
- “Beberapa orang itu seperti mendung. Ketika mereka menghilang, suasana jadi lebih cerah.”







