Keutamaan Sedekah di Pagi Hari dan Adab Memberinya

Keutamaan Sedekah di Pagi Hari dan Adab Memberinya

Salah satu pintu sukses bagi seseorang dalam menuntaskan kegiatan seharian adalah di antaranya dengan mengawali hari dengan sedekah. Sedekah, baik yang wajib yaitu zakat maupun sedekah sunnah, merupakan salah satu perintah agama yang memiliki banyak keutamaan. Sedekah tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi pemberinya, karena sedekah menjadi jalan datangnya pertolongan, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari berbagai musibah. Karena itu, membiasakan bersedekah sejak pagi hari adalah kebiasaan yang sangat dianjurkan.

Keutamaan sedekah di pagi hari ditegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Rasulullah saw. bersabda bahwa setiap pagi, dua malaikat turun ke bumi. Malaikat yang satu berdoa, “Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak,” sedangkan malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya.” Hadis ini menunjukkan bahwa pagi hari adalah waktu yang istimewa untuk bersedekah, karena sedekah yang diberikan di awal hari diiringi doa para malaikat. Siapa yang tidak ingin harinya diawali dengan doa kebaikan dari malaikat?

Keutamaan Sedekah di Pagi Hari dan Adab Memberinya
Foto: Defrino Maasy via Pexels

Kisah Sedekah yang Menyelamatkan

Kedahsyatan sedekah tergambar dalam sebuah kisah yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Rasulullah saw. Suatu ketika, seseorang datang kepada Abu Hurairah dan memohon doa untuk keselamatan anaknya yang sedang berlayar. Ia berkata bahwa hatinya sangat mengkhawatirkan keselamatan anaknya yang berlayar di lautan. Mendapati permohonan doa seperti itu, Abu Hurairah ra sebagai pribadi yang sangat tekun beribadah bertanya apakah orang itu mau ditunjukkan solusi yang lebih ampuh, lebih manjur, dan lebih cepat dikabulkan oleh Allah. Orang itu pun kemudian mengiyakan.

Kemudian, Abu Hurairah ra menyarankannya agar bersedekah dengan niat untuk keselamatan anaknya. Ia bersedekah satu dirham, sekadar untuk perkiraan, satu dirham Uni Emirat Arab sama dengan Rp3.880. Beberapa waktu kemudian, setelah anaknya tiba di rumah, tanpa mampu lagi menahan rasa penasaran, orang itu bertanya kepada anaknya tentang apa yang terjadi di perjalanan. Singkat cerita, sang anak mengisahkan bahwa dirinya telah mengalami peristiwa luar biasa. Saat itu, datanglah beberapa sosok laki-laki berpakaian serba putih yang kemudian membawa kapal yang hampir karam itu ke tempat yang aman. “Perhatikanlah, sungguh tebusan zaid (anak itu) diterima dan ia akan mendapat pertolongan,” kisahnya. Demikianlah, sedekah ternyata lebih efektif digunakan sebagai ikhtiar tolak balak atau keselamatan jiwa dibandingkan sekadar doa semata.

Baca Juga: Keutamaan Membaca Shalawat: Ketenangan dan Keberkahan

Baca Juga: Keutamaan Shalat Tahajud: Ketenangan di Sepertiga Malam

Adab Memberi Sedekah

Namun begitu, sedekah yang dilakukan semestinya dengan menggunakan harta yang halal, bukan dari harta yang syubhat apalagi haram, karena Allah hanya menerima amalan yang baik. Adab pertama dalam bersedekah adalah memastikan sumber harta yang disedekahkan halal dan diperoleh dengan cara yang benar. Adab kedua adalah ikhlas, yaitu memberi semata-mata karena Allah, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia. Adab ketiga adalah memberikan yang terbaik, bukan sekadar sisa atau barang yang sudah tidak terpakai dan tidak layak. Adab keempat adalah mendahulukan orang terdekat, seperti keluarga dan tetangga yang membutuhkan, sebelum membantu orang yang lebih jauh. Adab kelima adalah tidak mengungkit-ungkit pemberian dan tidak menyakiti hati penerima dengan ucapan atau sikap yang merendahkan.

Adab keenam berkaitan dengan cara memberi. Sedekah yang disembunyikan lebih utama daripada sedekah yang ditampakkan, karena lebih menjaga keikhlasan dan perasaan penerima. Rasulullah saw. menyebut orang yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya sebagai salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat. Namun, sedekah yang ditampakkan juga dibolehkan, terutama jika tujuannya untuk mengajak orang lain berbuat kebaikan. Yang perlu dihindari adalah memamerkan sedekah demi pujian, seperti tren memosting sedekah di media sosial yang justru dapat mengikis keikhlasan.

Sedekah Tidak Harus Berupa Uang

Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Bagi yang sedang tidak memiliki uang, sedekah dapat dilakukan dalam bentuk lain yang tidak kalah bernilai. Senyuman kepada saudara adalah sedekah, membantu tetangga mengangkat barang adalah sedekah, mengajarkan ilmu yang bermanfaat adalah sedekah, dan memberi makan kepada orang yang lapar adalah sedekah. Bahkan, menyingkirkan duri dari jalan pun dihitung sebagai sedekah. Dengan pemahaman ini, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak bersedekah, karena setiap orang memiliki sesuatu yang dapat diberikan, sekecil apa pun itu.

Sedekah Subuh: Kebiasaan Kecil yang Mudah Dijaga

Agar sedekah pagi menjadi kebiasaan, mulailah dengan cara yang paling mudah. Siapkan sebuah celengan atau kotak amal kecil di rumah, lalu isi setiap selesai shalat Subuh sebelum memulai aktivitas, walau hanya dengan uang receh. Setelah terkumpul, salurkan isinya ke masjid atau lembaga amil terdekat. Cara lain adalah mengatur transfer otomatis setiap pagi ke rekening lembaga amil yang terpercaya. Dengan cara ini, sedekah pagi tidak lagi bergantung pada ingatan semata, melainkan menjadi rutinitas yang berjalan sendiri. Sedikit demi sedikit, kebiasaan kecil ini akan menumpuk menjadi amal yang besar.

Penutup

Karenanya, awali hari ini dengan sedekah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengisi kotak amal masjid, mentransfer sebagian rezeki ke lembaga amil yang terpercaya, atau membantu orang yang membutuhkan di sekitar kita. Semoga dengan demikian Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada kita dalam mengisi kegiatan seharian, melapangkan rezeki kita, dan menjaga keluarga kita dari berbagai musibah. Mulailah dari yang kecil dan dari yang terdekat, karena sedekah yang kecil tetapi konsisten jauh lebih baik daripada sedekah besar yang hanya dilakukan sekali-sekali. Wallahu a’lam.

Sumber: NU Online Jatim – Awali Hari dengan Sedekah, Berikut Keutamaannya – https://jatim.nu.or.id/keislaman/awali-hari-dengan-sedekah-berikut-keutamaannya-aFXFx

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *