Duduk di majelis ilmu merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Di majelis ilmu, seorang Muslim tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga belajar memahami agamanya dengan lebih utuh, dari akidah, ibadah, hingga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Keutamaan majelis ilmu sering dikaitkan dengan ketenangan hati. Ketika seseorang meluangkan waktu untuk belajar, hatinya menjadi lebih lapang, pikirannya lebih jernih, dan langkahnya dalam mengambil keputusan menjadi lebih terarah.
Majelis ilmu juga menjadi ruang silaturahmi. Di sana, peserta bertemu dengan guru dan sesama penuntut ilmu, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan membangun lingkungan yang mendukung untuk istiqamah.
Bagi yang belum terbiasa, memulai bisa dari langkah kecil, misalnya menghadiri pengajian rutin di masjid terdekat, mengikuti kajian daring yang terpercaya, atau membaca kitab bersama keluarga. Yang penting adalah konsistensi, bukan sekadar semangat sesaat.
Pada akhirnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Setelah duduk di majelis ilmu, hendaknya ada perubahan nyata dalam ibadah dan akhlak, sekecil apa pun, sebagai tanda bahwa ilmu itu benar-benar hidup dalam diri.
Dengan meluangkan waktu untuk belajar, seorang Muslim tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga belajar memahami agamanya dengan lebih utuh, dari akidah, ibadah, hingga akhlak dalam kehidupan sehari-hari, dan keutamaan majelis ilmu itu sering dikaitkan dengan ketenangan hati: hatinya menjadi lebih lapang, pikirannya lebih jernih, dan langkahnya dalam mengambil keputusan menjadi lebih terarah.
Majelis ilmu juga menjadi ruang silaturahmi, tempat peserta bertemu dengan guru dan sesama penuntut ilmu, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan membangun lingkungan yang mendukung untuk istiqamah; bagi yang belum terbiasa, memulai bisa dari langkah kecil, misalnya menghadiri pengajian rutin di masjid terdekat, mengikuti kajian daring yang terpercaya, atau membaca kitab bersama keluarga, dengan konsistensi sebagai hal yang penting, bukan sekadar semangat sesaat, sehingga ilmu yang bermanfaat itu diamalkan dan tampak dalam perubahan nyata dalam ibadah dan akhlak, sekecil apa pun, sebagai tanda bahwa ilmu itu benar-benar hidup dalam diri.
Baca Juga: Tata Cara Puasa Sunnah Syawal 6 Hari Usai Ramadhan-Lengkap Niat dan Dalil Keutamaannya, Daftar Hari Besar Islam Sepanjang Tahun 2022 Lengkap Cek Disini
Sumber:
- Tribunnews – Keutamaan Duduk Majlis ilmu, Oleh Ustadz Abdul Muis, 29 Oktober 2026, 29 Oktober 2026







