Washington — Kabar terbaru dari ibu kota Amerika Serikat menyebutkan Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, telah memaparkan sejumlah opsi untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran kepada Presiden Donald Trump. Laporan itu dikutip dari The Wall Street Journal, dan menjadi sinyal bahwa ketegangan kedua negara kembali memasuki fase yang rawan.
Menurut pemberitaan tersebut, pemaparan opsi itu disampaikan dalam sebuah pertemuan yang turut dihadiri Menteri Perang AS Pete Hegseth dan Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine. Agenda tersebut berlangsung sehari setelah para pejabat militer memberi paparan serupa kepada wakil presiden. Kehadiran para pejabat tinggi pertahanan itu menunjukkan bahwa pembahasan opsi militer ini ditangani pada level tertinggi pemerintahan.
Trump sebelumnya menyatakan Washington mungkin kembali melakukan operasi militer terhadap Iran melalui Operasi Epic Fury. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa opsi militer masih berada di atas meja, meski jalur diplomasi juga disebut-sebut sebagai jalan keluar yang lebih baik.
Kepada Teheran, Trump menyampaikan pesan yang keras. Ia menegaskan Iran sebaiknya kembali ke meja perundingan bila ingin menghindari eskalasi lebih lanjut. “Jika mereka cerdas, mereka akan kembali ke meja perundingan,” kata Trump, seperti dikutip laporan tersebut. Namun di saat yang sama, ia juga membuka kemungkinan dimulainya kembali operasi militer AS terhadap Iran.
Baca Juga:
- Ketegangan di Timur Tengah: Seruan Gencatan Senjata dan Bantuan Kemanusiaan Terus Menguat
- Spanyol Berkabung Nasional 3 Hari Usai Tabrakan Kereta Cepat Tewaskan 68 Orang
Latar belakang ketegangan ini merentang beberapa bulan ke belakang. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Kemudian pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun kesepakatan itu tidak bertahan lama, karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama kemudian.
Sampai laporan ini beredar, konflik antara AS dan Iran belum terselesaikan. Situasi ini membuat perhatian dunia kembali tertuju pada kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam peta geopolitik global. Setiap perkembangan baru dari Washington maupun Teheran berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan jalur-jalur penting di sekitarnya.
Bagi masyarakat internasional, perkembangan ini patut diikuti dengan saksama. Harapan yang tersisa adalah perundingan dapat kembali dibuka sebelum opsi militer benar-benar dijalankan, sehingga eskalasi yang lebih luas dapat dihindari.
Sumber: ANTARA – AS siapkan pelanjutan operasi militer terhadap Iran

