
Foto: Bendera Uni Eropa berkibar di bawah langit biru. Kredit foto: Viktorya Sergeeva via Pexels.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kembali menegaskan usulan agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa. Gagasan itu ia sampaikan meski sejumlah negara anggota Uni Eropa telah menolak penggunaan istilah tersebut dalam rancangan pernyataan bersama dengan Kanada.
“Oleh karena itu, kami membahas gagasan agar Kanada menjadi anggota asosiasi pertama Uni Eropa. Gagasan kami sederhana, yakni asosiasi tanpa keanggotaan. Kami dapat membangun kemitraan yang lebih dekat dengan keanggotaan daripada apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya,” kata von der Leyen dalam KTT Uni Eropa-Kanada di Montreal, Kamis (29/10).
Inti gagasan yang dipertahankan von der Leyen itu adalah bentuk kerja sama yang lebih erat dari kemitraan biasa, tetapi tetap bukan keanggotaan penuh. Kanada, dengan kata lain, diajak masuk sedekat mungkin dengan lingkaran kerja sama Eropa tanpa menyandang status sebagai anggota Uni Eropa.
Namun, sejumlah laporan media menyebut formulasi awal tersebut mendapat keberatan dari beberapa pemerintah negara Uni Eropa. Mereka menyatakan Komisi Eropa tidak berkonsultasi dengan mereka sebelumnya mengenai gagasan itu.
Keberatan itu bukan hanya soal prosedur. Negara-negara tersebut juga menilai istilah “anggota asosiasi” tidak memiliki makna hukum yang jelas dan dapat menciptakan preseden yang tidak diinginkan bagi negara-negara lain yang mungkin menuntut perlakuan serupa di kemudian hari.
Akibat keberatan tersebut, dalam rancangan deklarasi Uni Eropa-Kanada yang diperbarui, istilah anggota asosiasi diganti dengan pernyataan mengenai niat membangun asosiasi Kanada yang semakin erat dengan UE, tanpa menjadi anggota penuh. Rumusan yang lebih lunak itu dipilih untuk menjaga kesepakatan tetap berjalan tanpa mengikatkan diri pada istilah yang dipersoalkan.
Kedua pihak berencana menentukan isi hubungan tersebut pada KTT Uni Eropa-Kanada berikutnya pada 2027. Artinya, perincian bentuk kemitraan yang lebih erat itu masih akan dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan secara final.
Meski demikian, von der Leyen tetap secara terbuka mempertahankan konsep awalnya. Dalam pidatonya, dia menguraikan kemitraan yang mencakup regulasi politik, kerja parlemen dan pengadilan, serta partisipasi Kanada dalam program Eropa.
Program yang dimaksud mencakup bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kecerdasan buatan, energi, dan pertahanan. Cakupan yang luas itu menunjukkan bahwa gagasan asosiasi ini tidak hanya menyangkut hubungan dagang, melainkan juga kerja sama di bidang pengetahuan, teknologi, dan keamanan.
Dengan demikian, perdebatan yang kini mengemuka bukan lagi soal apakah hubungan Uni Eropa dan Kanada akan dipererat, melainkan soal bentuk dan istilah hukum yang dipakai untuk menggambarkannya. Jawaban atas pertanyaan itu ditargetkan dirumuskan pada pertemuan puncak berikutnya.
Baca Juga:
- Ketegangan di Timur Tengah: Seruan Gencatan Senjata dan Bantuan Kemanusiaan Terus Menguat
- Spanyol Berkabung Nasional 3 Hari Usai Tabrakan Kereta Cepat Tewaskan 68 Orang
Sumber: ANTARA – Von der Leyen tetap usulkan Kanada jadi anggota asosiasi EU


