Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam

Berita Khutbah Jumat Singkat
Berita Khutbah Jumat Singkat

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Bercanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Senyum dan tawa yang ringan bisa mencairkan suasana, menguatkan persahabatan, dan membuat hati lebih lapang.

Namun, tidak semua candaan itu baik. Candaan yang menyakiti, merendahkan, atau mengandung dusta bisa merusak hubungan dan melukai hati orang lain, meskipun dimaksudkan sebagai hiburan.

Bacaan Lainnya

Khutbah I

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mengajarkan kita akhlak yang mulia. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Jamaah yang dimuliakan Allah, Islam tidak melarang bercanda, tetapi memberi batasan. Bercanda yang baik adalah yang jujur, sopan, dan tidak menyakiti. Ia membuat orang tertawa tanpa merasa direndahkan.

Sebaliknya, bercanda yang buruk adalah yang mengandung kebohongan, ejekan, atau ghibah yang dibungkus humor. Candaan seperti ini mungkin mengundang tawa sesaat, tetapi meninggalkan luka yang lama.

Batasan lainnya adalah tidak berlebihan. Terlalu sering bercanda bisa membuat seseorang sulit bersikap serius, mengurangi wibawa, dan melalaikan dari hal-hal yang penting.

Kita juga perlu memperhatikan waktu dan tempat. Ada saat untuk bercanda, dan ada saat untuk serius, seperti saat belajar, bekerja, dan beribadah. Menempatkan candaan pada tempatnya adalah bagian dari adab.

Barakallahu lii wa lakum fil Qur’anil ‘azhim, wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim.

Khutbah II

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, dan salawat semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita jaga lisan dan candaan kita: bercandalah dengan jujur, santun, dan secukupnya.

Semoga Allah menjaga hati dan lisan kita dari perkataan yang menyakiti, serta menjadikan kita pribadi yang menyenangkan tanpa merendahkan orang lain. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa kaum muslimin dan muslimat.

Sumber: Tema ini diadaptasi dari khutbah NU Online berjudul “Khutbah Jumat: Bercanda dan Batasannya dalam Islam” di https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-bercanda-dan-batasannya-dalam-islam-e3yCZ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *