Buletin Islam — Tidak ada kehidupan yang bebas dari ujian. Siapa pun kita, Allah telah menetapkan bahwa dunia ini adalah tempat ujian: ada yang diuji dengan kekurangan harta, dengan sakit, dengan kehilangan orang tercinta, dan ada pula yang diuji dengan kelapangan yang justru melalaikan.
Dalam keadaan seperti itulah sabar menjadi bekal yang paling berharga. Sabar bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan keteguhan hati untuk tetap taat kepada Allah dan terus berikhtiar sembari meyakini bahwa setiap ujian membawa hikmah. Khutbah Jumat kali ini mengajak kita merenungkan makna sabar dan menjadikannya penolong dalam menghadapi ujian kehidupan.

Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah, karena sungguh orang-orang yang bertakwa adalah orang-orang yang beruntung.
Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Ayat ini menegaskan bahwa sabar dan shalat adalah dua penolong yang Allah anugerahkan kepada orang beriman. Sabar disebut lebih dahulu daripada shalat, karena tanpa sabar, shalat pun sulit ditegakkan dengan khusyuk ketika hati sedang guncang oleh ujian. Allah tidak berjanji menghilangkan ujian dari hidup kita, tetapi Allah berjanji menyertai orang-orang yang sabar, sehingga beban yang berat terasa ringan dan jalan yang sempit menjadi lapang.
Sabar memiliki tiga bentuk yang perlu kita latih setiap hari. Pertama, sabar dalam menjalankan ketaatan: istiqamah shalat lima waktu dan berbuat baik meski tidak ada yang melihat. Kedua, sabar dalam menjauhi maksiat: menahan diri dari godaan hawa nafsu dan dari kemudahan teknologi yang kini membuka pintu maksiat. Ketiga, sabar dalam menghadapi musibah: menerima ketetapan Allah dengan lapang dada, tanpa menyalahkan takdir dan tanpa berputus asa dari rahmat-Nya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa sungguh menakjubkan urusan orang mukmin: seluruh urusannya adalah kebaikan baginya. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya. Inilah rahasia ketenangan seorang mukmin: ia tidak pernah merugi, karena syukur dan sabar selalu mengubah setiap keadaan menjadi kebaikan.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Ilmu dan Akhlak, Bekal Membangun Generasi
Mari kita latih kesabaran dari hal-hal kecil: bersabar dalam antrean, bersabar menghadapi sikap orang lain, bersabar mendidik anak, dan bersabar menjaga lisan. Kesabaran yang dilatih dalam hal kecil akan menjadi benteng yang kokoh ketika ujian besar datang. Ingatlah, ujian bukan tanda Allah membenci kita; justru Allah menguji hamba yang dicintai-Nya untuk mengangkat derajatnya dan menghapus dosa-dosanya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya. Wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada kalian dan kepada diriku sendiri agar bertakwa kepada Allah. Ketahuilah, Allah memerintahkan kalian dengan suatu perintah yang Dia sendiri memulainya, lalu berfirman: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan. (QS. Al-Ahzab: 56)
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Marilah kita menutup khutbah ini dengan memperkuat tekad: jadikan sabar sebagai sahabat dalam setiap keadaan. Jangan biarkan ujian membuat kita jauh dari Allah; justru jadikan ujian sebagai jalan untuk semakin dekat kepada-Nya. Niscaya Allah menyertai kita dengan pertolongan dari arah yang tidak kita sangka.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, ridhailah para khalifah yang mendapat petunjuk dan seluruh sahabat. Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
Sumber:
Kementerian Agama RI – Al-Qur’an dan Terjemahnya – https://quran.kemenag.go.id/
Sunnah.com – Shahih Muslim, Kitab Zuhud dan Kelembutan Hati – https://sunnah.com/muslim
NU Online – Khutbah Jumat – https://nu.or.id/






