“Kami keluarga besar BPIP merasa senang sebagai lembaga baru yang mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat dan tokoh yang telah memberikan komentar, masukan dan sarannya,” ujar dia.
Selain itu, Karjono mengatakan pihaknya belakangan ini juga menyelenggarakan berbagai macam jenis lomba untuk memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 76.
Hal itu sebagai upaya mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila dalam pengamalan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Diberitakan sebelumnya, bahwa BPIP melalui akun twitternya mengadakan lomba Penulisan Artikel Tingkat Nasional, dalam rangka Hari Santri Nasional 22 Oktober mendatang.
Selain mencantumkan syarat pendaftaran, dalam flayer yang beredar juga ada dua tema yang dijadikan tajuk dalam lomba tersebut.
Adapun tema awalnya adalah:
1. Hormat Bendera Menurut Hukum Islam;
2. Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam
Kedua tema tersebut ternyata mendapat reaksi dan kritikan dari sejumlah pihak, salah satunya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas, Ustadz Arif Hidayat, hingga ketua MUI.
Bahkan Muqoddas mengusulkan dan mendorong pembubaran BPIP.
Setelah mendapat berbagai masukan dari sejumlah pihak, hari ini Senin (16/8/2021) akhirnya secara resmi BPIP membatalkan kedua tema tersebut dan menggantinya dengan tema baru, yaitu:
1. Pandangan Agama Dalam Menguatkan Wawasan Kebangsaan;
2. Peran Masyarakat Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh






