Francesco Bagnaia dan Ducati: Misi Bangkit di Qatar

Francesco Bagnaia dan Ducati: Misi Bangkit di Qatar

Francesco Bagnaia datang ke MotoGP Qatar 2026 dengan satu misi yang jelas: bangkit. Juara dunia dua kali itu menjalani musim yang jauh dari harapan, dan hingga usai seri Sepang ia baru mengoleksi 173 poin serta menempati posisi kesembilan klasemen sementara. Sirkuit Internasional Lusail menjadi panggung berikutnya bagi Bagnaia dan Ducati Lenovo untuk membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing di barisan depan.

Di saat rekan setimnya, Marc Marquez, sedang berada di ambang gelar juara dunia kedelapan, Bagnaia justru berjuang untuk mengembalikan kepercayaan diri dan ritme balapnya. Akhir pekan di Lusail, dengan dua balapan dalam dua hari, menjadi kesempatan yang tepat untuk memulai kebangkitan itu.

Francesco Bagnaia dan Ducati: Misi Bangkit di Qatar
Francesco Bagnaia dan Ducati Lenovo mengincar kebangkitan di MotoGP Qatar 2026. (Foto: Pexels)

Musim yang Sulit bagi Bagnaia

Musim 2026 berjalan jauh dari ekspektasi bagi Francesco Bagnaia. Pembalap Italia berusia 29 tahun itu mengoleksi 173 poin hingga usai seri Sepang dan berada di posisi kesembilan klasemen. Bandingkan dengan Marc Marquez yang memimpin klasemen dengan 399 poin — selisih 226 poin yang menunjukkan betapa sulitnya musim ini bagi Bagnaia.

Sebagai juara dunia dua kali, Bagnaia tentu tidak terbiasa berada di posisi seperti ini. Sepanjang musim, ia kerap kesulitan menemukan kecepatan yang sama dengan para pembalap terdepan. Masalah pada motor, adaptasi terhadap ban, hingga kesalahan-kesalahan kecil di lintasan menjadi bagian dari musim yang ingin segera ia lupakan.

Namun, seorang pembalap sekaliber Bagnaia tidak akan menyerah begitu saja. Dengan seri-seri tersisa di musim ini, ia masih punya kesempatan untuk memperbaiki posisinya di klasemen dan kembali naik podium. Qatar menjadi titik awal yang penting.

Modal Bagus dari Latihan Jumat

Setidaknya, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat dari sesi latihan hari Jumat di Lusail. Pada sesi Practice, Bagnaia mencatat waktu yang menempatkannya di posisi keempat, di belakang Fabio Di Giannantonio yang menjadi tercepat dengan 1:50,406, Marc Marquez di posisi kedua dengan selisih 0,142 detik, dan Marco Bezzecchi di posisi ketiga. Bagnaia bahkan berada di depan Jorge Martin yang menutup Practice di posisi ketujuh.

Posisi keempat pada sesi Practice menjadi modal penting bagi Bagnaia dan Ducati Lenovo. Kecepatan di Lusail yang dikenal sebagai trek malam tercepat di kalender — dengan panjang 5,419 km, 16 tikungan, dan lurusan utama 1,068 km — tampaknya cocok dengan motor Desmosedici yang ditungganginya.

Meski begitu, Bagnaia tentu tahu bahwa posisi di latihan tidak menjamin hasil di Sprint maupun balapan utama. Kualifikasi pada Sabtu sore dan Sprint pada Sabtu malam akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya.

Ducati di Tengah Perebutan Gelar

Ducati Lenovo berada dalam situasi yang menarik akhir pekan ini. Di satu sisi, Marc Marquez yang mengendarai motor yang sama sedang memburu gelar juara dunia kedelapannya. Menurut hitungan resmi, Marquez harus mengungguli Jorge Martin 30 poin dan Marco Bezzecchi delapan poin selama akhir pekan di Lusail untuk mengunci gelar.

Di sisi lain, Bagnaia membutuhkan hasil yang kuat untuk menyelamatkan musimnya. Bila Bagnaia mampu finis di depan dan bersaing memperebutkan kemenangan, Ducati bisa merayakan dua pencapaian sekaligus: gelar juara dunia bagi Marquez dan kebangkitan bagi Bagnaia. Kerja sama keduanya di dalam tim menjadi faktor penting, meski di lintasan mereka tetap bersaing sebagai pembalap.

Selain itu, ada Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 yang juga menggunakan motor Ducati dan menjadi yang tercepat pada sesi Practice. Ducati memiliki banyak pembalap yang mampu bertarung di depan, dan Lusail bisa menjadi panggung untuk menunjukkan dominasi pabrikan Italia itu.

Baca Juga: Marc Marquez Bisa Kunci Gelar Juara Dunia Kedelapan di Qatar

Baca Juga: Klasemen MotoGP Jelang Qatar: Marquez 399 Poin, Martin 355

Jadwal dan Cara Nonton MotoGP Qatar

Pada Sabtu, 7 November 2026, FP2 digelar pukul 18.00 WIB, dilanjutkan Q1 pukul 18.40 WIB dan Q2 pukul 19.05 WIB, kualifikasi Moto3 pukul 20.50 WIB, kualifikasi Moto2 pukul 21.45 WIB, dan Sprint MotoGP 11 lap pukul 23.00 WIB. Pada Minggu, 8 November 2026, Warm Up berlangsung pukul 18.40 WIB, balapan Moto3 pukul 20.00 WIB, balapan Moto2 pukul 21.15 WIB, dan balapan utama MotoGP 22 lap pukul 23.00 WIB.

Akhir pekan ini hanya diikuti 18 pembalap, karena Yamaha absen total dan Alex Marquez tidak balapan setelah menjalani operasi bahu. Sprint dan balapan dapat disaksikan secara langsung di Trans7, melalui live streaming Vidio di kanal Trans7, serta melalui layanan resmi MotoGP VideoPass.

Tautan resmi: Vidio — Live Streaming Trans7, MotoGP VideoPass, serta Games Indigo LIVE.

Bagi Francesco Bagnaia, Qatar bukan sekadar satu seri biasa. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa sang juara masih ada dan masih mampu bertarung di depan. Apakah misi bangkit itu dimulai di Lusail? Jawabannya akan terlihat mulai Sabtu malam, 7 November 2026.

Sumber: MotoGP (https://www.motogp.com/), Trans7 (https://www.vidio.com/live/734-trans7).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *