
Bekasi – Laga lanjutan dari piala AFF U19 yang mempertemukan timnas Indonesia vs Filipina berjalan sangat sengit. Drama permainan keras yang di tampilkan Filipina menghasilkan banyak pelanggaran selama babak pertama.
Indonesia yang bermain tanpa Marselino tampak bermain tenang dan lebih taktis memainkan game plan sesuai arahan pelatih Shin.
Pergerakan bola dari kaki ke kaki menjadi andalan Indonesia guna menerobos pertahanan dari filipina yang sesekali memang filipina ini harus kewahalan mengikuti pergerakan bola.
Permainan bola pendek dari serangan sayap langsung terlihat pada menit-menit awal. Pada menit ke-5 Edgard Amping muncul dan melakukan dari luar kotak penalti. Sayang, sepakan fullback kiri Indonesia masih melambung tinggi di atas mistar gawang lawan.
Filipina yang mengandalkan serangan balik sempat mengancam. Beruntung umpan lambung yang dilepaskan penggawa The Young Azkals masih melebar dan meninggalkan lapangan pertandingan.
Indonesia kembali mengancam pada menit ke-8. Umpan lambung dari Subhan Fajri disundul oleh Edgard Amping, tetapi masih melebar tandukannya.
Menit ke-12, Indonesia melanjutkan tekanan dengan melepaskan umpan setelah tendangan bebas. Bola disundul Kadek Arel, tetapi masih mudah ditangkap kiper Filipina. Menit ke-14, Stadion Patriot bergemuruh.
Berawal dari pergerakan Subhan Fajri yang mengecoh bek dan mendapat pelanggaran oleh pemain Filipina di dalam kotak penalti.
Wasit kemudian menunjuk titik putih. Rabbani Tasnim yang jadi algojo mencetak gol via titik putih pada menit ke-15. Keunggulan itu membuat Timnas U-19 Indonesia tak menurunkan tempo meski sudah unggul.
Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-27. Berawal dari pergerakan Rabbani Tasnim yang menerima bola dari belakang, dia kemudian mengontrolnya dan melihat Alfriyanto Nico bergerak.
Sampai berakhirnya babak pertama , skor tak berubah. Turun minum dengan skor 3-1 untuk keunggulan Indonesia atas Filipina. Pada babak kedua, Timnas U-19 Indonesia melakukan perubahan.
Ronaldo Kwateh dan Ahmad Rusadi masuk menggantikan Marcell Januar dan Subhan Fajri. Perubahan itu menjadi tenaga baru untuk mendukung agresivitas permainan Indonesia.
Setelah lima menit terus menekan, gol akhirnya datang. Berawal dari sepak pojok, bola mampu disundul oleh Rabbani. Pemain binaan SKO Ragunan Kemenpora itu menyambut bola dan mengarahkannya dengan baik.
Rabbani membuat hattrick sekaligus membawa Indonesia unggul 4-1. Setelah membuat hattrick, Rabbani terjatuh, dia terlihat kesakitan
Razza Fachrezi masuk mengisi pos dari Rabbani. Perubahan itu membuahkan hasil positif. Dengan tenaga baru di lini depan, serangan Indonesia masih terus berjalan.
laga masuk menit ke-70, sebuah pergerakan dari Alfriyanto Nico sayap kanan, melepaskan assist cantik kepada Razza yang berhasil mengubah papan skor menjadi 5-1.
Lima menit berselang, pemain Indonesia makin banyak yang kelelahan.
Beberapa pemain, bahkan mengalami kram di bagian kakinya. Tempo permainan kemudian menurun setelah itu. Sampai peluit panjang tak ada gol tambahan, Indonesia unggul 5-1 atas Filipina.





