Mengapa Kita Bersin? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mencegahnya

Mengapa Kita Bersin? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mencegahnya

Bersin adalah reaksi alami tubuh yang hampir setiap orang pernah mengalaminya. Bersin terjadi secara tiba-tiba dan sulit untuk dicegah, dan ia dapat terjadi kapan saja: saat flu, saat menghirup debu, atau bahkan saat terkena sinar matahari yang terang. Meskipun tampak sederhana, bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh yang penting.

Mengapa kita bersin, apa yang terjadi di dalam tubuh saat bersin, dan kapan bersin menjadi tanda yang perlu diwaspadai? Artikel ini menjelaskan bersin secara ilmiah dengan bahasa yang mudah dipahami.

Mengapa Kita Bersin? Penjelasan Ilmiah dan Cara Mencegahnya
Mengapa kita bersin? Penjelasan ilmiah tentang refleks tubuh untuk membersihkan hidung dari iritan. (Foto: Pexels)

Apa Itu Bersin?

Bersin, atau sternutasi, adalah proses keluarnya udara secara tiba-tiba dan kuat dari hidung dan mulut. Bersin terjadi ketika saraf-saraf di dalam hidung mendeteksi adanya iritasi, lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk mengeluarkan udara dengan cepat guna membersihkan hidung dari iritan tersebut.

Kecepatan udara saat bersin bisa mencapai sekitar 160 kilometer per jam, dan ribuan droplet kecil terdorong keluar dari hidung dan mulut. Droplet inilah yang menjadi alasan mengapa orang yang bersin dianjurkan untuk menutup mulut dan hidungnya, agar tidak menyebarkan kuman kepada orang lain.

Bagaimana Proses Bersin Terjadi?

Proses bersin dimulai dari iritasi pada selaput lendir di dalam hidung. Iritasi ini dapat disebabkan oleh debu, serbuk sari, bulu hewan, asap, atau virus. Saraf trigeminal yang terdapat di hidung mendeteksi iritasi tersebut dan mengirim sinyal ke pusat bersin di otak.

Otak kemudian mengoordinasikan berbagai otot untuk melakukan bersin: diafragma dan otot-otot perut berkontraksi untuk mendorong udara keluar dari paru-paru, langit-langit mulut dan bagian belakang lidah naik untuk mengarahkan udara ke hidung, dan mata menutup secara refleks. Urutan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan tidak dapat dikendalikan secara sadar.

Penyebab Bersin yang Umum

Penyebab bersin yang paling umum adalah infeksi virus, seperti flu dan pilek. Saat virus menginfeksi hidung, selaput lendir menjadi meradang dan lebih sensitif terhadap iritasi, sehingga bersin lebih sering terjadi. Bersin juga dapat disebabkan oleh alergi, misalnya alergi terhadap serbuk sari (hay fever), debu, atau bulu hewan.

Faktor lain yang dapat memicu bersin antara lain perubahan suhu yang mendadak, cahaya matahari yang terang (dikenal sebagai bersin fotik yang dialami sebagian orang), dan bau yang menyengat, seperti bau parfum yang kuat atau asap. Perlu diketahui, menahan bersin dengan cara menutup hidung dan mulut secara bersamaan tidak dianjurkan, karena tekanan udara yang terperangkap dapat merusak gendang telinga atau pembuluh darah.

Bersin dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, bersin memiliki adab tersendiri. Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan ‘Alhamdulillah’ (segala puji bagi Allah). Lalu saudaranya yang mendengar hendaknya mengucapkan ‘Yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Kemudian orang yang bersin membalas, ‘Yahdikumullah wa yushlih balakum’ (semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian).” (HR. Bukhari).

Adab ini menunjukkan bahwa bersin adalah nikmat yang patut disyukuri, karena bersin membersihkan saluran pernapasan dan menghilangkan iritan dari dalam hidung. Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk menutup mulut saat bersin dan merendahkan suara, sebagai bentuk kesopanan terhadap orang lain.

Baca Juga: Mengapa Kita Bermimpi? Penjelasan Ilmiah yang Mudah Dipahami

Kapan Bersin Perlu Diwaspadai?

Bersin yang sesekali terjadi umumnya tidak berbahaya. Namun, bersin yang berlangsung lama dan disertai gejala lain dapat menjadi tanda kondisi tertentu. Jika bersin disertai demam tinggi, sesak napas, atau nyeri dada, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Bersin yang terus-menerus selama berminggu-minggu juga dapat menandakan alergi yang perlu ditangani.

Pada masa flu dan pilek, bersin merupakan salah satu cara virus menyebar. Karena itu, penting untuk menjaga etika bersin: tutuplah mulut dan hidung dengan tisu atau lengan bagian dalam, buang tisu yang sudah dipakai, dan cuci tangan setelah bersin. Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Cara Mengurangi Bersin

Untuk mengurangi bersin, hindari pemicunya sebisa mungkin. Jika bersin disebabkan oleh alergi, bersihkan rumah secara teratur, gunakan pelindung kasur dan bantal anti-tungau, dan hindari kontak dengan pemicu alergi. Jika bersin disebabkan oleh flu, istirahat yang cukup dan konsumsi cairan yang banyak dapat membantu tubuh pulih lebih cepat.

Penggunaan semprotan hidung saline (air garam) dapat membantu membersihkan hidung dari iritan, dan obat antihistamin dapat membantu meredakan bersin akibat alergi. Namun, penggunaan obat sebaiknya mengikuti anjuran dokter atau apoteker, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Kesimpulannya, bersin adalah mekanisme pertahanan tubuh yang bermanfaat untuk membersihkan hidung dari iritan dan kuman. Dengan memahami penyebabnya, menjaga etika bersin, dan mewaspadai gejala yang menyertainya, kita dapat menjaga kesehatan diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita.

Baca Juga: Mengapa Kita Merasa Lapar? Penjelasan Ilmiah yang Mudah Dipahami

Sumber: Kementerian Kesehatan RI (https://www.kemkes.go.id/); National Health Service (https://www.nhs.uk/).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *