Yogyakarta tidak hanya dikenal lewat Malioboro dan kulinernya. Daerah Istimewa ini juga menyimpan banyak destinasi wisata religi yang sarat nilai sejarah. Masjid tua, gereja berarsitektur akulturasi, pura, hingga gua ziarah berdiri berdampingan dan menjadi bukti bahwa keberagaman telah lama hidup di kota ini.
Wisata religi berbeda dari wisata biasa. Selain menikmati keindahan bangunan dan suasana, pengunjung diajak belajar tentang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai yang dipegang oleh komunitas setempat. Berikut lima tempat wisata religi di Yogyakarta yang layak masuk dalam daftar kunjungan Anda, dari yang tertua hingga yang paling menenangkan.

Sebelum berangkat, ada baiknya menyiapkan diri dengan adab yang tepat: berpakaian sopan, menjaga ketenangan, menghormati jamaah yang sedang beribadah, dan menjaga kebersihan lingkungan. Dengan begitu, kunjungan Anda tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menghormati tempat dan komunitas yang Anda datangi.
1. Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman terletak di kawasan Alun-Alun Keraton, Jalan Kauman, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Masjid ini sudah berdiri sejak tahun 1773 dan didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono I. Secara arsitektur, masjid ini tampak mirip dengan Masjid Demak, dengan atap yang dihiasi mahkota berbentuk bunga sebagai penanda keistimewaannya.
Sebagai masjid keraton, Masjid Gedhe Kauman bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam di Yogyakarta. Berada di jantung kota, masjid ini mudah dijangkau dan menjadi titik awal yang tepat untuk memahami sejarah Islam di Kesultanan Yogyakarta.
2. Masjid Kotagede
Masjid Kotagede di Jalan Watu Gilang, Kotagede, Bantul, dikenal sebagai masjid tertua di Yogyakarta. Bangunannya memadukan budaya Jawa dan Hindu, sebuah jejak dari masa ketika Islam pertama kali berakar di tanah Jawa. Di dalam kompleksnya terdapat mimbar, serambi, dan tempat wudu, yang dikelilingi pepohonan rindang sehingga suasananya terasa sejuk.
Masjid Kotagede memiliki atap bertingkat dua, dengan tingkat atas berbentuk segitiga. Kawasan Kotagede di sekelilingnya pun kaya peninggalan sejarah, sehingga kunjungan ke masjid ini dapat dipadukan dengan menyusuri kampung heritage yang pernah menjadi ibu kota Mataram Islam.
Baca Juga: Wisata Religi yang Menenangkan: Ziarah dengan Adab dan Persiapan Matang dan Wisata Religi di Jawa Timur: Masjid Bersejarah dan Ziarah yang Menenangkan
3. Gereja Ganjuran
Gereja Ganjuran di Jalan Ganjuran, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, didirikan pada tahun 1924 atas inisiatif dua kakak beradik keturunan Belanda, Joseph dan Julius Schmutzer. Kompleks gereja ini merupakan perpaduan budaya Eropa, Jawa, dan Hindu: bangunan gerejanya bergaya Jawa, sementara nuansa Hindu tampak pada candi yang berdiri di kompleks gereja.
Akulturasi yang terwujud dalam bangunan ini membuat Gereja Ganjuran unik di antara gereja-gereja lain di Indonesia. Pengunjung dari berbagai latar belakang datang untuk menikmati arsitektur dan ketenangannya, sekaligus belajar tentang dialog budaya yang terjalin di tempat ini selama satu abad.
4. Pura Jagatnatha
Pura Jagatnatha di Banguntapan, Bantul, didirikan pada tahun 1967 dan merupakan salah satu pura terbesar di Yogyakarta. Pura ini menjadi tempat peribadatan utama bagi umat Hindu di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Kehadirannya menegaskan bahwa Yogyakarta adalah rumah bagi berbagai umat beragama.
Berkunjung ke pura memberi kesempatan untuk mengenal arsitektur dan tata cara peribadatan Hindu dari dekat. Seperti halnya tempat ibadah lain, pengunjung diharapkan menghormati aturan yang berlaku di lingkungan pura, termasuk soal pakaian dan perilaku selama berada di area suci.
5. Gua Maria Sendangsono
Gua Maria Sendangsono terletak di Semagung, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo, di kaki Bukit Menoreh. Udara sejuk langsung menyambut pengunjung begitu memasuki kompleks ziarah ini. Selain berdoa dan mencari ketenangan batin, pengunjung dapat menikmati arsitektur kompleks dan duduk bersantai di pendopo yang tersedia.
Tempat ziarah Katolik ini ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada waktu-waktu tertentu dalam kalender liturgi. Perjalanan menuju ke sana melewati perbukitan Menoreh yang hijau, sehingga kunjungan ziarah sekaligus menjadi perjalanan menikmati alam Kulon Progo.
Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Religi
Agar kunjungan nyaman dan bermakna, datanglah pada pagi hari ketika suasana masih tenang, kenakan pakaian yang sopan dan sesuai aturan tempat, serta hindari keramaian pada jam-jam ibadah utama bila Anda hanya ingin melihat-lihat. Bawalah air minum, jaga barang bawaan, dan siapkan waktu yang cukup agar Anda tidak terburu-buru.
Yang terpenting, perlakukan setiap tempat ibadah sebagai rumah bagi komunitasnya: berbicaralah dengan suara pelan, mintalah izin sebelum memotret di area yang sensitif, dan ikuti petunjuk petugas setempat. Wisata religi yang dijalani dengan adab yang baik akan meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada sekadar foto.
Penutup
https://images.pexels.com/photos/32040316/pexels-photo-32040316.jpeg?auto=compress&w=1260&h=750&dpr=1
Rencanakan kunjungan Anda dengan baik, hormati tempat yang Anda datangi, dan pulanglah dengan pengetahuan baru tentang keberagaman yang telah lama menjadi jati diri kota ini.
Sumber:
- Traveloka, 12 Wisata Religi Yogyakarta yang Ramai Dikunjungi Umat Beragama (5 Maret 2023).






