Banyuwangi, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa, sering dijuluki The Sunrise of Java karena menjadi salah satu wilayah pertama di Indonesia yang menyambut matahari pagi. Julukan itu bukan sekadar slogan. Di baliknya ada bentang alam yang sangat beragam, mulai dari kawah gunung berapi, hutan tropis, air terjun yang sejuk, hingga pantai-pantai berpasir lembut yang menghadap Samudra Hindia.
Bagi wisatawan, Banyuwangi menawarkan pilihan yang sulit ditolak: dalam satu perjalanan, Anda bisa mendaki pada dini hari, bermain air di pantai pada siang hari, lalu menutup hari dengan kuliner khas dan suasana desa yang tenang. Berikut tujuh tempat wisata di Banyuwangi yang layak masuk daftar kunjungan Anda.

1. Kawah Ijen
Kawah Ijen adalah ikon utama Banyuwangi. Danau kawahnya berwarna hijau toska yang memukau, dikelilingi dinding batu dan asap belerang. Fenomena api biru atau blue fire pada dini hari menjadi daya tarik yang membuat banyak pendaki rela berangkat sekitar pukul satu pagi. Pendakian dari Paltuding membutuhkan stamina yang baik, pakaian hangat, dan masker karena bau belerang cukup kuat. Meski melelahkan, pemandangan matahari terbit dari tepi kawah biasanya membuat semua rasa lelah terbayar. Datanglah dengan pemandu lokal dan patuhi aturan keselamatan di kawasan ini.
2. Pantai Pulau Merah
Pantai Pulau Merah di Pesanggaran terkenal dengan bukit kecil di tengah laut yang tampak berwarna kemerahan saat senja. Pantai ini memiliki pasir putih yang lembut dan ombak yang cukup bersahabat untuk bermain air di area tertentu. Pada sore hari, suasananya sangat hidup: wisatawan berjalan di tepi pantai, anak-anak bermain pasir, dan para pedagang menawarkan kelapa muda serta camilan lokal. Pulau Merah juga menjadi tempat yang baik untuk belajar berselancar bagi pemula, karena ada beberapa penyedia jasa dan instruktur di sekitar pantai.
3. Pantai Plengkung (G-Land)
Bagi pecinta selancar dunia, nama G-Land sudah sangat terkenal. Pantai Plengkung yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo ini dikenal memiliki ombak panjang dan konsisten, sehingga sering menjadi tujuan peselancar profesional dari berbagai negara. Akses menuju ke sana memang tidak semudah pantai lain, karena jalurnya melewati kawasan hutan dan jalan yang cukup menantang. Namun justru itulah yang menjaga suasananya tetap alami dan tidak terlalu ramai. Jika Anda bukan peselancar, tetap nikmati pemandangan hutan, pantai, dan satwa liar di sekitar kawasan ini dengan tetap menjaga kebersihan.
Baca Juga: 5 Wisata Sejarah di Semarang yang Layak Dikunjungi dan 5 Wisata Air Terjun di Jawa Timur yang Menyejukkan
4. Pantai Teluk Hijau (Green Bay)
Teluk Hijau atau Green Bay berada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Air lautnya yang jernih bergradasi hijau menjadi alasan utama namanya. Untuk mencapai pantai ini, pengunjung perlu berjalan kaki melewati jalur hutan setelah turun dari kendaraan, jadi siapkan alas kaki yang nyaman dan bekal air minum. Suasananya masih sangat tenang, cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari keramaian. Karena berada di kawasan konservasi, jangan mengambil apa pun dari alam dan bawalah kembali sampah Anda.
5. Air Terjun Jagir
Air Terjun Jagir di Glagah adalah pilihan tepat untuk wisata keluarga. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Banyuwangi, jalurnya mudah dijangkau, dan suasananya rindang. Airnya yang dingin dan jernih terasa menyegarkan, terutama pada siang hari. Di sekitar air terjun terdapat area untuk bersantai dan berfoto, sehingga tempat ini cocok untuk perjalanan singkat tanpa harus mendaki jauh. Jagir juga sering menjadi pemberhentian pertama bagi wisatawan yang baru tiba di Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi yang lebih jauh.
6. Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo menawarkan pemandangan yang berbeda: padang savana luas, hutan, dan pantai. Pada musim kemarau, savana Bekol tampak menguning dan mengingatkan pada lanskap Afrika, lengkap dengan rusa, banteng, dan berbagai burung yang hidup bebas. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari, ketika satwa lebih aktif dan cahaya matahari lebih lembut untuk berfoto. Jangan memberi makan satwa liar dan tetaplah berada di jalur yang ditentukan demi keselamatan Anda dan kelestarian kawasan.
7. Desa Wisata Osing Kemiren
Perjalanan ke Banyuwangi belum lengkap tanpa menyentuh budayanya. Desa Wisata Osing Kemiren di Glagah adalah rumah bagi masyarakat suku Osing, penduduk asli Banyuwangi. Di desa ini, wisatawan bisa melihat rumah adat, menyaksikan kesenian tradisional, dan mencicipi kuliner khas seperti pecel pitik. Suasana desa yang ramah membuat kunjungan terasa hangat dan personal. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan pertunjukan budaya atau kegiatan warga sehari-hari. Berwisata ke Kemiren juga berarti mendukung pelestarian budaya dan ekonomi masyarakat setempat.
Sebelum berangkat, susunlah rencana perjalanan sesuai kondisi fisik dan waktu yang tersedia. Kawah Ijen sebaiknya dijadwalkan pada hari terpisah dari pantai-pantai di selatan karena jaraknya cukup jauh. Siapkan pakaian hangat untuk pendakian, tabir surya untuk pantai, dan selalu periksa kondisi cuaca. Yang terpenting, hormati alam dan budaya setempat: jangan merusak, jangan membuang sampah sembarangan, dan mintalah izin sebelum memotret warga. Dengan begitu, Banyuwangi akan tetap indah untuk dikunjungi pada perjalanan berikutnya.
Sumber
Liputan6 – 30 Tempat Wisata di Banyuwangi yang Wajib Dikunjungi, Surga Tersembunyi di Ujung Timur Jawa – https://www.liputan6.com/hot/read/6096460/30-tempat-wisata-di-banyuwangi-yang-wajib-dikunjungi-surga-tersembunyi-di-ujung-timur-jawa



