Pakai Formasi 4-3-3 Ofensif
Di atas kertas, Shin Tae-yong memakai formasi 4-3-3 dengan skema ofensif. Ada dua gelandang serang yang dimainkan yakni Marselino Ferdinan dan Ricky Kambuaya. Satu pemain di lini tengah adalah Marc Klok.
Komposisi itu berbeda dengan laga melawan Burundi. Shin Tae-yong memakai dua pemain dengan kemampuan defensif lebih kuat di tengah yakni Klok dan Rachmat Irianto.
Shin Tae-yong memberi kebebasan lebih pada Marselino. Pemain 18 tahun bisa bergerak di semua sektor. Marselino terlihat sangat nyaman dan menciptakan beberapa peluang bagus pada babak pertama.
Sementara itu, duet Elkan Baggott dan Rizky Ridho cukup solid. Mereka sudah saling kenal dan bermain bersama untuk waktu cukup lama.
Peran Joao Cancelo untuk Asnawi
Asnawi Mangkualam lagi-lagi tampil bagus untuk Timnas Indonesia. Pemain 23 tahun membuat sisi kanan pertahanan Indonesia cukup kuat. Kombinasinya dengan Yakob Sayuri sulit ditembus para pemain depan Palestina.
Asnawi mendapat peran lebih dari sekadar bek kanan. Eks pemain PSM Makassar sering bergeser ke tengah untuk menemani Marc Klok. Peran tersebut membuat Indonesia lebih siap dengan ancaman serangan balik Palestina.
Bukan hanya Asnawi, Pratama Arhan sebagai bek kiri juga cukup rajin bergerak ke tengah. Peran kedua pemain, secara sederhana, agak mirip dengan yang pernah dilakukan Joao Cancelo ketika masih di Manchester City.






