Acong yang berada di bagian perawatan untuk menanyakan penjelasan mengenai trik tersebut. “Secara pakai matik itu dipastikan ialah pedal rem, kalau semua roda sudah tidak berfungsi. Karena kalau sudah netral sudah tidak berhubungan dengan roda.
Tapi bukan didiamkan ke netral, cuma bagusnya di netral,” ujar Acong. Bengkel spesialis Worner Matik Hermas Efendi Prabowo, namun Hermas enggan menanggapi video tersebut. “Aku udah lihat cuma aku merasa tidak perlu nanggapi. Dia bikin konten tidak dalam kapasitasnya, lha wong dia bukan spesialis matic.
Kalau aku nanggapi tidak sepadan,” ujar Hermas. Rivey, dari bengkel spesialis mobil matik, Automatic 88 di Raden Inten, mengatakan, video tersebut tidak benar. Justru yang benar kalau mau parkir memang dari posisi D pindahkan ke P, baru tarik rem tangan.
“Tidak bisa, yang benar itu masukkan ke P dulu baru tarik rem tangan. Itu yang benar,” ujar Rivey yang ditemui Kompas.com, di bengkelnya di Jakarta. “Kalau parkir itu sistem (penguncinya) konvensional tidak ada yang elektrik.
Untuk risiko rusak memang tidak ada, tidak ada. Efek untuk gejala kerusakan transmisi tidak ada,” katanya. Rivey menekankan bahwa aturan di mobil matik saat mau parkir ialah pengemudi wajib pindahkan tuas persneling ke P kemudian tarik rem tangan dan matikan mesin. “Jangan dibolak-balik. Jawabannya kan sudah ada (di transmisinya itu sendiri) sebelum ke P pasti melewati ke N, jadi mau ke mana. Iya kan. Sistemnya sudah begitu. Kenapa ke N dulu, tidak pengaruh,” katanya. “Kenapa mesti ke P, supaya dia ada yang menahan, yang diberhentikan ialah transmisinya dulu. Sedangkan rem tangan yang diberhentikan ialah bodi, pengunci roda,” kata Rivey.






