Jangan Sering Melakukan Kick Down Jika Berkendara Dengan Mobil Matik

Alasannya kata Rivey, saat pengemudi sering “ngebejek” gas dengan kasar maka sistem perpindahan daya di dalam transmisi matik bekerja lebih keras.
Rivey menjelaskan, saat pengemudi berkendara dengan gigi D (drive/maju), perpindahan gigi tetap dimulai dari gigi 1. Sebab di dalam transmisi matik sebetulnya sama seperti mobil manual, ada gigi 1, 2, 3 dan selanjutnya. “Karena perpindahan gigi di matik itu otomatis tapi tetap perpindahan giginya dimulai dari satu,” ujar Rivey. “Misal kita pakai gigi D tetap saja perpindahannya dari satu, gigi awalnya dari satu tapi kemudian perpindahan giginya (ke gigi 2, 3, dan seterusnya) secara otomatis makanya disebut automatic,” ujarnya.

Pemilik bengkel spesialis Worner Matik, Hermas Efendi Prabowo mengatakan hal senada, pengoperasian mobil matik memang lebih sederhana daripada manual namun bukan berarti bisa diperlakukan sembarangan.

Bacaan Lainnya

“Orang sering juga berkendara tetapi salah kostum atau tidak tahu diri. Misalnya transmisi matik non tiptronic memang tidak didesain untuk berkendara agresif seperti kita mau balap tapi pakainya kasar, agresif, jadi memang itu akan mempercepat transmisi matik (rusak),” ujarnya. “Memang mungkin tidak saat itu tapi dalam tempo dan jangka waktu tertentu menjadi usianya lebih pendek,” kata Hermas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *