Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk mengoptimalkan pembelajaran dan tentunya hasil dari pembelajaran murid diperlukan pembelajaran yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid. Sedangkan pembelajaran KSE diperuntukkan untuk:
- Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi
- Menetapkan dan mencapai tujuan positif
- Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain
- Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif serta
- Membuat keputusan yang bertanggung jawab
Dalam membimbing murid seluruh kompetensi Sosial Emosianal sangat penting utamanya membuat keputusan yang bertanggung jawab setelah menemukan jalan keluar yang salah satunya dapat dilakukan dengan proses coaching.
Pembelajaran sosial emosional berbasis kesadaran penuh untuk mewujudkan kesejahteraan (well-being). Kompetensi sosial Emosional tersebut yaitu kesadaran diri (pengenalan emosi), pengelolaan diri ( pengenalan emosi dan focus), kesadaran diri (empati) ketrampilan sosial (resiliansi) dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
KETERKAITAN KETRAMPILAN COACHING DENGAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJAR
Coaching menjadi salah satu saran untuk memastikan bahwa supervisi akademik yang dijalankan benar-benar berfokus pada proses pembelajaran yang berpihak pada murid, melalui coaching juga bertujuan untuk mengembangkan kompetensi diri pendidik. Rangkaian supervisi akademik ini digunakan untuk mendorong ruang perbaikan dan pengembangan guru di sekolah.
Melalui Coaching inilah kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya dan sebagai teladan sebagai pemimpin pembelajaran. Pada proses supervisi terdapat proses pra supervisi, observasi, dan pasca percakapan dimana akan menghidari dari asumsi, jadge dan pelabelan sehingga berfokus pada area yang akan dikembangkan. Disinilah wawasan semakin terbuka semakin kreatif dan bebas tekanan mewujudkan Supervisi yang Bahagia.
Ismi Nurianti, CGP angkatan 7 Kota Malang






