Sebelum mendapat kejelasan nasib mereka, para pedagang ini sejatinya juga sudah terdampak sanksi yang diterima Arema FC akibat terjadinya Tragedi Kanjuruhan awal Oktober lalu. Mereka mengaku terusirnya Arema FC sampai akhir musim 2022/2023 ini memukul omset para pedagang di kawasan Stadion Kanjuruhan.
“Saya merasakan dampak sanksi jika Arema tidak boleh menjadi tuan rumah. Dari sisi ekonomi akan sangat terasa,” ucap Awang.
“Selama awal pandemi covid kemarin, tidak ada kegiatan di sini, bahkan dilockdown. Bisa digulirkannya kembali Liga 1 membuat sisi ekonomi di Stadion Kanjuruhan dan sekitarnya jadi terangkat. Ke depannya, karena Arema tidak bisa melanjutkan kompetisi pada sisa pertandingan home agak mengurangi pendapatan pedagang di sekitar Stadion Kanjuruhan,” ia menandaskan.






