Berbeda dengan ban vulkanisir top press, untuk metode full press semua bagian ban dilapisi ulang menggunakan karet baru.
“Jadi mulai bagian tread, bead hingga hill di ban dilapis ulang menggunakan karet baru,” ujar Indri.
Indri menegaskan kalau ban vulkanisir yang dibuat dengan metode full press punya kelebihan jika dibandingkan denga metode top press.
“Untuk yang dibuat dengan metode full press ini, lapisan vulkanisirnya lebih kuat dan tidak gampang copot,” tuturnya.
“Sebab, semua bagian dilapis ulang dan saat digunakan karet vulkanisir dijepit langsung oleh pelek. Jadi tidak gampang lepas,” yakin Indri.
Nah itu tadi perbedaan ban motor vulkanisir dengan metoda top press dan full press.






