Dengan kata lain, kendaraan dengan pelat nomor berwarna hijau adalah kendaraan yang dibeli tanpa dikenakan bea masuk.
“Kendaraan tersebut hanya boleh beroperasi di tiga daerah itu (kawasan FTZ), yakni Batam, Bintan dan Karimun,” bebernya.
Sementara kendaraan yang didatangkan dari luar negeri dan dikenakan bea masuk, diperlakukan sama dengan kendaraan lainnya dan bisa dioperasikan di luar kawasan perdagangan bebas.
“Untuk kawasan FTZ sesuai aturan tersebut, pelat warna hijau tulisan hitam untuk kendaraan di kawasan perdagangan bebas yang mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.






