Namun, keuntungan lampu LED adalah tidak mengeluarkan panas yang terlalu banyak. “Sifat LED biasanya, kalau pemasangannya benar, dari sifat LED itu lebih dingin, jauh dari halogen maupun HID,” jelas Yomin Sugianto, pemilik bengkel spesialis lampu otomotif Yoong Motor, beberapa waktu lalu. Sedangkan lampu HID memiliki cahaya yang lebih terang ketimbang lampu LED.
Keduanya hemat energi dan tidak mudah panas, namun yang membedakan ialah durability-nya. Lampu ini cenderung terang bersinar di awal pemakaian, namun lebih cepat redup setelah beberapa waktu. Maka, lampu HID kurang efisien jika digunakan sebagai lampu utama. HID biasanya digunakan sebagai fog lamp, yaitu lampu yang membantu menaikkan visibilitas pengemudi saat berkendara di keadaan yang kurang mendukung seperti kabut, hujan deras atau asap.
Pemasangan lampu HID membutuhkan ballast, untuk menaikkan voltase pada mobil. Namun, pemasangan harus tetap disesuaikan dengan kapasitas voltase mobil. “Ballast digunakan untuk meningkatkan voltase, misal dari 12 volt menjadi 23.000 volt. Kalau yang lampu awal bukan HID, pemasangan ballast bisa berpotensi korsleting,” jelas Didi Ahadi, Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM)






