Kesehatan adalah nikmat yang sering kali baru terasa nilainya ketika ia mulai berkurang. Saat kabar tentang penyakit menular dan wabah tersebar, rasa khawatir pun mudah muncul: bagaimana menjaga diri dan keluarga agar tetap sehat? Dalam Islam, jawabannya selalu berpasangan: berikhtiar dengan sungguh-sungguh, dan berdoa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk memohon perlindungan dari berbagai penyakit adalah doa berikut ini.
Doa ini diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi SAW biasa berdoa dengannya. Dalam Sunan Abu Dawud, hadis ini dinilai sahih. Doa ini mencakup permohonan perlindungan dari penyakit-penyakit yang berat dan dari segala penyakit yang buruk, sehingga sangat tepat dibaca di masa-masa ketika penyakit sedang merebak maupun sebagai zikir perlindungan harian.

Berikut teks doa perlindungan dari penyakit, lengkap dengan bacaan Latin dan artinya, agar mudah dihafalkan dan diamalkan.
Teks Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Bacaan Latin
Allahumma inni a’udzu bika minal barashi wal jununi wal judzami wa min sayyi’il asqam.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari penyakit-penyakit yang buruk.”
Baca Juga: Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat: Arab, Latin, dan Artinya
Memahami makna setiap permohonan
Kata “al-barash” merujuk pada penyakit belang, yaitu perubahan warna kulit yang menonjol dan sulit disembunyikan. “Al-junun” berarti gila, yakni hilangnya akal sehat yang membuat seseorang tidak lagi mampu berpikir dan bertindak dengan benar. “Al-judzam” adalah penyakit kusta, penyakit menular yang pada masa itu sangat ditakuti karena merusak tubuh dan membuat penderitanya dijauhi. Adapun “sayyi’il asqam” adalah ungkapan umum yang mencakup segala penyakit yang buruk, baik yang sudah dikenal maupun yang belum dikenal namanya.
Dengan menyebut tiga penyakit secara khusus lalu menutup dengan permohonan umum dari segala penyakit buruk, doa ini mengajarkan kita untuk memohon perlindungan secara menyeluruh. Kita tidak hanya berlindung dari penyakit yang sedang ramai dibicarakan, tetapi juga dari penyakit apa pun yang dapat merusak tubuh, akal, dan kehidupan kita.
Doa lain yang bisa diamalkan setiap pagi dan petang
Selain doa di atas, ada pula doa perlindungan yang biasa dibaca pada pagi dan petang hari, yaitu: “Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim.” Artinya: “Dengan nama Allah, yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang dapat membahayakan, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Doa ini dibaca tiga kali pada pagi dan petang hari sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah sebelum memulai dan menutup aktivitas.
Doa perlindungan sebagai bagian dari kesiapsiagaan
Di masa wabah, rasa takut sering kali menyebar lebih cepat daripada penyakit itu sendiri. Doa memberi ketenangan batin: seorang mukmin meyakini bahwa segala sesuatu terjadi dengan izin Allah, namun tetap mengambil sebab-sebab pencegahan. Ketenangan ini penting agar kita tidak panik, tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, dan tetap berpikir jernih dalam mengambil keputusan untuk keluarga.
Jadikan doa ini bagian dari zikir pagi dan petang keluarga: bacakan bersama setelah shalat Subuh dan Magrib, ajarkan anak menghafalnya sedikit demi sedikit, dan letakkan teksnya di tempat yang mudah terlihat hingga hafal. Kebiasaan kecil ini menanamkan kesadaran bahwa perlindungan sejati datang dari Allah, sementara ikhtiar adalah jalan yang harus ditempuh.
Doa harus disertai ikhtiar menjaga kesehatan
Berdoa tidak berarti mengabaikan usaha. Justru, doa yang sungguh-sungguh akan mendorong kita untuk lebih disiplin menjaga kesehatan: mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan dan lingkungan, beristirahat cukup, makan bergizi, dan berolahraga secara teratur. Bila sedang sakit, berobatlah kepada ahlinya dan ikuti anjuran tenaga kesehatan, karena berobat adalah bagian dari ikhtiar yang diperintahkan.
Di masa wabah, ikhtiar itu juga mencakup kepedulian kepada orang lain: tidak memaksakan diri keluar rumah saat sedang sakit dan berpotensi menulari, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menjaga kebersihan bersama di tempat umum. Dengan begitu, perlindungan yang kita mohon dalam doa juga menjadi manfaat bagi orang-orang di sekitar kita.
Adab membaca doa perlindungan
Bacalah doa ini dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi dan menyembuhkan. Tidak ada waktu khusus yang mengikatnya, sehingga doa ini dapat dibaca kapan saja: setelah shalat, pada pagi dan petang hari, sebelum keluar rumah, atau ketika mendengar kabar tentang penyakit yang sedang merebak. Ajarkan pula doa ini kepada anak-anak dengan bahasa yang sederhana, agar mereka terbiasa memohon perlindungan kepada Allah sejak dini.
Yang terpenting, jangan jadikan doa sebagai alasan untuk meremehkan penyakit atau menolak pengobatan. Islam mengajarkan keseimbangan: hati bertawakal kepada Allah, sementara tangan tetap bekerja menjaga kesehatan dan mengikuti nasihat para ahli. Bila penyakit datang menimpa, bersabarlah dan tetap berdoa, karena sakit bagi seorang mukmin juga dapat menjadi penggugur dosa dan pengangkat derajat.
Semoga Allah SWT melindungi kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin dari segala penyakit dan wabah, serta menganugerahkan kesehatan yang dapat digunakan untuk beribadah dan berbuat kebaikan. Aamiin.
Sumber: Sunnah.com, Sunan Abi Dawud 1554 (doa Nabi SAW memohon perlindungan dari penyakit belang, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk; dinilai sahih oleh Al-Albani).
