Dzikir pagi dan petang adalah rangkaian bacaan yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk dibaca pada dua waktu utama dalam sehari: setelah Subuh hingga menjelang siang, dan setelah Ashar hingga malam. Amalan ini ringan, tidak membutuhkan waktu lama, tetapi maknanya sangat dalam. Ia menjadi cara seorang muslim membuka hari dengan mengingat Allah dan menutup hari dengan memohon perlindungan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an agar hamba-Nya bertasbih pada waktu petang dan pagi. Perintah ini menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan dzikir pagi dan petang secara rutin. Selain mendatangkan ketenangan hati, dzikir ini juga mengingatkan kita bahwa segala urusan, rezeki, dan keselamatan berada dalam genggaman Allah semata.

Keutamaan dzikir pagi dan petang
Dalam banyak hadis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan keutamaan mengingat Allah pada pagi dan petang. Beliau menyebutkan bahwa duduk bersama orang-orang yang berdzikir sejak Subuh hingga terbit matahari, dan sejak Ashar hingga terbenam matahari, lebih beliau cintai daripada membebaskan sejumlah budak. Hadis ini menunjukkan betapa besar nilai amalan yang tampak sederhana ini.
Secara psikologis, dzikir juga memberi jeda yang menenangkan di tengah kesibukan. Seseorang yang memulakan hari dengan memuji Allah dan memohon perlindungan cenderung lebih tenang menghadapi pekerjaan, lebih sabar menghadapi ujian, dan lebih mudah bersyukur atas nikmat kecil yang sering luput dari perhatian. Pada petang hari, dzikir menjadi penutup yang menenangkan setelah seharian beraktivitas.
Bacaan-bacaan utama
Rangkaian dzikir pagi dan petang yang diajarkan dalam hadis cukup banyak, sekitar delapan belas jenis bacaan. Namun, Anda tidak perlu merasa terbebani. Mulailah dari bacaan-bacaan utama berikut ini, lalu tambahkan secara bertahap sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia.
1. Ayat Kursi (dibaca 1 kali)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum.
Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya.” Ayat Kursi dibaca untuk memohon perlindungan Allah sepanjang hari dan malam. Barang siapa membacanya pada pagi hari, ia akan dilindungi hingga petang, dan sebaliknya.
2. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (masing-masing 3 kali)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Latin: Qul huwallaahu ahad.
Artinya: “Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa.” Ketiga surah pendek ini dibaca untuk memohon kecukupan dan perlindungan dari segala kejahatan makhluk, dari kegelapan malam, dari sihir, dari dengki, dan dari bisikan setan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan bahwa membacanya tiga kali pada pagi dan petang sudah mencukupi dari segala sesuatu.
Baca Juga: Doa Bangun Tidur Lengkap: Arab, Latin, Artinya, dan Makna Syukur di Pagi Hari dan Inilah Dia Dzikir Yang Dianjurkan Oleh Syara’ Di Dua tepi Siang
3. Dzikir memasuki pagi atau petang (dibaca 1 kali)
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, wal hamdu lillaah.
Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah.” Pada petang hari, kata ashbahnaa diganti dengan amsaynaa, yang berarti kami telah memasuki waktu petang. Bacaan ini mengingatkan bahwa setiap pergantian waktu adalah nikmat dan kekuasaan Allah.
4. Sayyidul Istighfar (dibaca 1 kali)
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ
Latin: Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa ‘abduka.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu.” Sayyidul istighfar disebut sebagai penghulu istighfar. Barang siapa membacanya dengan yakin pada pagi hari lalu meninggal pada hari itu, ia termasuk penghuni surga, dan demikian pula pada petang hari.
5. Perlindungan dengan nama Allah (dibaca 3 kali)
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa-i wa huwas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Bacaan ini menjadi benteng dari bahaya yang datang tiba-tiba, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
6. Ridha kepada Allah, Islam, dan Rasul-Nya (dibaca 3 kali)
رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Latin: Radhiitu billaahi rabbaa, wa bil islaami diinaa, wa bi Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyyaa.
Artinya: “Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi.” Bacaan ini meneguhkan identitas keimanan setiap pagi dan petang, sekaligus menjadi pengingat untuk menjalani hari sesuai tuntunan agama.
7. Tasbih dan istighfar penutup
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaanallaahi wa bihamdihi.
Artinya: “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya.” Bacaan ini dianjurkan dibaca seratus kali. Demikian pula istighfar, أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ, latin: astaghfirullaaha wa atuubu ilaih, artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya,” dibaca seratus kali. Keduanya menutup rangkaian dzikir dengan pujian dan permohonan ampun, sebagai bentuk kesadaran bahwa manusia tidak luput dari kekurangan.
Tips merutinkan dzikir pagi dan petang
Agar amalan ini istiqamah, kaitkan dengan rutinitas yang sudah tetap, misalnya setelah shalat Subuh dan setelah shalat Ashar, sebelum beranjak dari tempat shalat. Siapkan buku dzikir atau aplikasi yang memuat teks Arab, Latin, dan artinya, agar Anda tidak kesulitan menghafal pada awalnya. Jika waktu sempit, bacalah yang utama terlebih dahulu, lalu lengkapi secara bertahap. Yang terpenting adalah konsistensi, bukan kesempurnaan dalam sekali duduk. Ajaklah anggota keluarga untuk berdzikir bersama, sehingga anak-anak pun terbiasa mendengar dan menghafal bacaan-bacaan ini sejak dini.
Semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk merutinkan dzikir pagi dan petang, memberkahi hari-hari kita, melindungi kita dan keluarga kita, serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang senantiasa mengingat-Nya dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring.
Sumber
Muslim.or.id – Merutinkan Zikir Pagi dan Petang – https://muslim.or.id/79263-merutinkan-dzikir-pagi-dan-petang.html





