Khutbah Jumat: Menjaga Amanah

Khutbah Jumat: Menjaga Amanah

Berikut teks khutbah Jumat tentang menjaga amanah, lengkap dengan khutbah pertama dan khutbah kedua. Khutbah ini mengingatkan kita bahwa amanah adalah satu pilar iman: siapa yang tidak menjaga amanah, maka imannya tidak sempurna. Amanah meliputi banyak hal, dari perkataan sampai jabatan, dari titipan harta sampai rahasia.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Bacaan Lainnya

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 58: إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۚ إِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا. Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Dua orang berjabat tangan sebagai tanda kepercayaan. Foto: Mikhail Nilov / Pexels.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Amanah adalah salah satu akhlak paling penting dalam Islam. Allah memerintahkan kita menyampaikan amanah kepada pemiliknya secara sempurna dan tepat waktu. Perintah ini tidak ditujukan kepada satu golongan saja, melainkan kepada setiap orang, dalam setiap peran yang disandangnya: sebagai pemimpin, pekerja, orang tua, anak, ataupun tetangga. Setiap peran membawa amanahnya sendiri-sendiri.

Amanah itu luas maknanya. Amanah kepada Allah adalah melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, menjaga shalat, puasa, dan semua kewajiban. Amanah kepada sesama manusia antara lain menjaga titipan harta, menepati janji, merahasiakan rahasia, dan menjalankan tugas serta jabatan dengan jujur. Amanah juga mencakup menjaga ucapan: tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar, tidak membuka aib orang lain, dan tidak mengkhianati kepercayaan yang diberikan.

Baca Juga: Hikmah Menjaga Amanah: Kepercayaan yang Menentukan Kehormatan Seseorang

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengaitkan amanah dengan iman. Beliau bersabda, “La imana liman la amanata lahu”, yang artinya, “Tidak sempurna iman orang yang tidak menjaga amanah” (HR Ahmad). Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga amanah bukan sekadar etika sosial, melainkan bagian dari iman itu sendiri. Orang yang mudah berkhianat terhadap amanah, imannya patut dipertanyakan.

Sebaliknya, mengkhianati amanah adalah ciri orang munafik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa tanda orang munafik ada tiga: bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia mengingkari, dan bila diberi amanah ia berkhianat (HR Bukhari dan Muslim). Tiga tanda ini saling berkaitan, karena semuanya berakar pada satu hal: tidak bisa dipercaya. Orang yang tidak bisa dipercaya akan kehilangan kehormatannya di mata manusia, dan lebih dari itu, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Allah juga mengingatkan dalam Surat Al-Anfal ayat 27 agar kita tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, serta tidak mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepada kita, sedangkan kita mengetahui. Ayat ini menjadi peringatan keras, terutama bagi mereka yang memegang jabatan dan kekuasaan. Jabatan adalah amanah yang besar. Ia bukan hak istimewa untuk memperkaya diri, melainkan kepercayaan yang harus ditunaikan dengan adil dan bertanggung jawab. Pemimpin yang amanah akan dicintai rakyatnya, sedangkan pemimpin yang khianat akan ditinggalkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam kehidupan sehari-hari, amanah tampak pada hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh. Pekerja yang amanah menyelesaikan tugasnya dengan sungguh-sungguh, tidak menipu jam kerja, dan tidak menyalahgunakan fasilitas. Pedagang yang amanah tidak mengurangi timbangan dan tidak menyembunyikan cacat barang dagangannya. Orang tua yang amanah menjaga pendidikan anak-anaknya dan tidak menyia-nyiakan titipan yang Allah berikan. Dari hal-hal kecil inilah kepercayaan dibangun, dan dari kepercayaan itulah masyarakat menjadi kuat.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Aku berkata demikian, dan aku memohon ampunan Allah Yang Maha Agung untukku dan untuk kalian. Maka mohonlah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Marilah kita menjadi orang yang amanah dalam setiap peran yang kita sandang. Tepatilah janji yang telah diucapkan, jagalah titipan yang dipercayakan, dan tunaikanlah tugas dengan sebaik-baiknya. Orang yang menjaga amanah akan dipercaya, dan kepercayaan adalah modal yang lebih berharga daripada harta. Bila amanah sudah hilang, sulit sekali untuk mengembalikannya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Shalat Berjamaah dan Memakmurkan Masjid

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat, dan Maha Mengabulkan doa. Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa api neraka.

Sumber:
Quran NU Online, Surat An-Nisa’ Ayat 58, https://quran.nu.or.id/an-nisa/58

Pos terkait