Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup

Berita Khutbah Jumat Singkat
Berita Khutbah Jumat Singkat

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Di antara nikmat Allah yang paling sering kita rasakan setiap hari adalah makanan. Namun, tidak semua yang enak dan mudah didapat itu baik untuk kita. Seorang muslim tidak hanya bertanya apakah makanan itu lezat, tetapi juga apakah ia halal dan baik.

Halal bukan sekadar label. Ia menyangkut asal bahan, cara memperolehnya, dan cara mengolahnya. Makanan yang diperoleh dari jalan yang halal akan lebih menenangkan hati, sedangkan rezeki yang tercampur dengan yang haram sering kali membawa kegelisahan, meski jumlahnya banyak.

Bacaan Lainnya

Khutbah I

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberi kita rezeki dari bumi dan lautan, dari pekerjaan dan perdagangan. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Jamaah yang dimuliakan Allah, menjaga makanan halal adalah bagian dari menjaga agama dan keluarga. Apa yang masuk ke tubuh kita akan menjadi darah dan daging, dan ia ikut memengaruhi sikap serta doa kita. Karena itu, kehati-hatian dalam memilih makanan adalah bentuk ibadah, bukan sikap berlebihan.

Di zaman sekarang, tantangannya semakin nyata: bahan campuran yang tidak jelas, produk tanpa keterangan yang memadai, serta godaan harga murah yang membuat kita malas bertanya. Dalam keadaan seperti ini, sikap yang bijak adalah bertanya, membaca keterangan produk, dan memilih yang jelas kehalalannya. Bila ragu, meninggalkannya adalah pilihan yang lebih aman.

Menjaga kehalalan juga berarti menjaga cara mencari nafkah. Rezeki yang halal tidak hanya soal jenis makanannya, tetapi juga soal kejujuran dalam memperolehnya. Pedagang yang jujur, pekerja yang amanah, dan orang tua yang menjaga sumber nafkahnya sedang menanam keberkahan bagi keluarganya.

Keberkahan itu tidak selalu tampak sebagai harta yang melimpah. Kadang ia tampak sebagai hati yang tenang, anak yang mudah diarahkan pada kebaikan, tubuh yang sehat, dan keluarga yang rukun. Sebaliknya, harta yang banyak tetapi diperoleh dengan cara yang salah sering kali tidak membawa ketenangan.

Barakallahu lii wa lakum fil Qur’anil ‘azhim, wa nafa’ani wa iyyakum bima fihi minal ayati wa dzikril hakim.

Khutbah II

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, dan salawat semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jamaah yang dirahmati Allah, marilah kita biasakan diri dan keluarga untuk memilih yang halal dan baik, bersyukur atas rezeki yang ada, serta berbagi dengan tetangga dan orang yang membutuhkan.

Semoga Allah memberkahi makanan dan rezeki kita, menjaga keluarga kita dari yang haram dan syubhat, serta menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur dan qana’ah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan dosa kaum muslimin dan muslimat.

Sumber: Tema ini diadaptasi dari khutbah NU Online berjudul “Khutbah Jumat: Menjaga Makanan Halal, Menjaga Keberkahan Hidup” di https://islam.nu.or.id/khutbah/khutbah-jumat-menjaga-makanan-halal-menjaga-keberkahan-hidup-l6tmt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *