Buletin Islam | Berisi Materi Khutbah Jumat yang cukup singkat bulan Muharram dengan tema relevan, yakni Merawat dan Mengisi Kemerdekaan.
Contoh Teks khtubah jumat berikut sudah kami pastikan sesuai dengan rukun khutbah jumat, sehingga anda tidak perlu khawatir.
Selain itu, sehubungan dengan tema yang diangkat, Bulan Muharram tahun ini memang bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan RI.
Jika tertarik, link unduh kami cantumkan di akhir tulisan.
Materi Khutbah Jumat Tema erawat dan Mengisi Kemerdekaan
Kita tentu wajib mengisi kemerdekaan yang sudah diraih selama 76 tahun, serta merawatnya baik-baik.
Baca Juga :
Naskah Khutbah Jumat Singkat Hari Ini, Tema Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan
Khutbah Jumat Singkat Bulan Muharram, Tema Asyura Dan Kemerdekaan
Bagaimana cara mengiris kemerdekaan tersebut? maka isi materi khutbah ini sangat cocok anda sampaikan melalui mimbar jumat.
Berikut teks lengkapnya.
Khutbah Pertama
الحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّيْ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِيْ كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ
(الحج: ١)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Beberapa hari yang lalu kita telah memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76. Ya, 17 Agustus nanti kita akan merayakan kemerdekaan yang telah kita raih dan lalui selama 76 tahun.
Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian dari siapa pun. Bukan pula hadiah dari penjajah. Juga tidak dibantu oleh negara mana pun. Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa ini murni atas rahmat Allah yang diikhtiarkan melalui perjuangan berdarah-darah serta pengorbanan nyawa dan harta dari para pendahulu kita.
Sungguh benar apa yang dinyatakan dalam pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.
Alhamdulillah, ikhtiar para pendahulu kita diiringi rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga kemenangan dan kemerdekaan pada akhirnya dapat diraih. Mudah-mudahan para pahlawan yang telah berjuang untuk Islam dan Indonesia di bumi nusantara yang telah gugur mendahului kita memperoleh balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah ta’ala.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah, Kemerdekaan adalah rahmat dari Allah dan merupakan nikmat bagi kita semua. Jika kita terus bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan nikmat-nikmat Allah lainnya, maka Allah akan menambahkan nikmat-nikmat-Nya sebagaimana yang Ia firmankan:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (سورة إبراهيم: ٧)
Artinya: “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian. Tetapi jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS Ibrahim: 7).
Mensyukuri nikmat adalah dengan tidak menggunakannya dalam bermaksiat kepada Allah.
Kita syukuri nikmat kemerdekaan ini dengan melakukan berbagai kebaikan dan berbuat baik kepada orang lain.
Kita mengisi kemerdekaan ini dengan melaksanakan semua kewajiban dan menjauhi seluruh larangan Allah.
Silahkan baca teks lengkap pada halaman berikutnya




