Buletin Islam — Tidur adalah kebutuhan dasar manusia yang sama pentingnya dengan makan dan minum. Sayangnya, banyak orang menganggap tidur sebagai kegiatan yang bisa dikorbankan demi pekerjaan, hiburan, atau aktivitas lainnya. Padahal, menurut Kementerian Kesehatan, orang dewasa berusia 18 sampai 40 tahun membutuhkan tidur selama 7 sampai 8 jam setiap hari. Tidur yang cukup dan berkualitas berperan besar dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga soal keteraturan dan kedalaman tidur. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kualitas tidur mencakup aspek kuantitatif dan kualitatif. Artinya, tidur yang baik adalah tidur yang cukup lama sekaligus nyenyak, sehingga tubuh benar-benar beristirahat dan memulihkan diri. Tidur yang berkualitas buruk atau berdurasi pendek berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan.

Saat kita tidur, tubuh tidak berhenti bekerja. Justru pada saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting, seperti memperbaiki sel-sel yang rusak, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan menjaga stabilitas kesehatan mental. Karena itu, tidur yang cukup bukan kemewahan, melainkan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.
Baca Juga: 7 Cara Menjaga Kesehatan Mata di Era Layar Gadget, dari Istirahat Layar hingga Olahraga Rutin | Manfaat Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari bagi Kesehatan Jantung dan Tubuh
Manfaat Tidur Cukup 7-8 Jam
Memperbaiki sel-sel tubuh. Selama tidur, tubuh memperbaiki sel dan jaringan yang rusak akibat aktivitas sehari-hari. Proses pemulihan ini penting agar tubuh tetap bugar dan siap beraktivitas keesokan harinya. Orang yang tidur cukup biasanya bangun dengan tubuh yang lebih segar dibandingkan orang yang kurang tidur.
Memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tidur yang cukup membantu tubuh memperkuat daya tahan terhadap penyakit. Sebaliknya, kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang lebih mudah terserang flu, batuk, dan infeksi lainnya.
Menjaga kesehatan mental. Tidur yang cukup berperan dalam menjaga stabilitas kesehatan mental. Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah stres, cemas, dan sulit mengendalikan emosi. Sebaliknya, tidur yang berkualitas membantu pikiran menjadi lebih tenang dan jernih.
Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Saat tidur, otak mengolah dan menyimpan informasi yang diperoleh selama seharian. Tidur yang cukup membantu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar. Inilah sebabnya pelajar dan pekerja yang tidur cukup cenderung lebih produktif dibandingkan mereka yang begadang.
Menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kualitas tidur yang buruk dan durasi tidur yang pendek berhubungan dengan masalah kesehatan. Tidur yang cukup adalah bagian dari pola hidup sehat, sama pentingnya dengan makan bergizi dan berolahraga secara teratur.
Apa yang Terjadi Jika Kurang Tidur
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lemas dan mengantuk di siang hari. Dalam jangka panjang, kebiasaan kurang tidur dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental. Seseorang yang sering kurang tidur biasanya lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan suasana hatinya menjadi tidak stabil.
Beberapa faktor dapat mengganggu kualitas tidur, antara lain penyakit tertentu, stres psikologis, dan paparan cahaya. Cahaya, terutama cahaya terang dari layar gawai, dapat menurunkan produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Penelitian yang dikutip Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa paparan cahaya sebelum tidur dapat mengganggu pola tidur seseorang. Karena itu, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur menjadi langkah yang dianjurkan.
Tanda-Tanda Tidur Anda Sudah Berkualitas
Tidur yang berkualitas dapat dikenali dari beberapa tanda. Seseorang yang tidur dengan baik biasanya mudah tertidur setelah berbaring, jarang terbangun di tengah malam, dan bangun dengan perasaan segar serta bertenaga. Sebaliknya, jika seseorang sering terbangun di malam hari, sulit kembali tertidur, atau bangun dengan tubuh yang masih lelah, kualitas tidurnya perlu diperbaiki. Mengenali tanda-tanda ini membantu kita menilai apakah kebiasaan tidur kita sudah cukup baik atau masih perlu diperbaiki.
Tips Mendapatkan Tidur yang Berkualitas
Kementerian Kesehatan memberikan beberapa tips untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Pertama, hindari kopi, rokok, dan alkohol, terutama pada sore dan malam hari. Kafein dalam kopi dapat mengganggu pola tidur dan membuat seseorang sulit tertidur.
Kedua, tetapkan waktu tidur yang teratur setiap hari, termasuk pada akhir pekan. Tidur dan bangun pada jam yang sama membantu tubuh menjaga ritme sirkadian, yaitu jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ketiga, berolahragalah setiap hari. Aktivitas fisik yang teratur membantu tubuh lebih mudah tertidur dan tidur lebih nyenyak.
Keempat, ciptakan lingkungan kamar yang nyaman untuk tidur. Kamar yang gelap, sejuk, dan tenang membantu tubuh beristirahat dengan lebih baik. Kelima, tenangkan pikiran dan mental sebelum tidur. Hindari memikirkan pekerjaan atau masalah yang menegangkan menjelang tidur, dan biasakan melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti membaca atau berdoa.
Tidur cukup selama 7 sampai 8 jam setiap hari adalah investasi sederhana untuk kesehatan jangka panjang. Dengan tidur yang cukup dan berkualitas, tubuh menjadi lebih sehat, pikiran lebih jernih, dan aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih baik. Mulailah dari malam ini: tidurlah lebih awal dan bangunlah dengan tubuh yang segar.
Sumber: Kementerian Kesehatan — Manfaat Tidur yang Berkualitas — https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3415/manfaat-tidur-yang-berkualitas






