HATI PEJUANG
By; Nur Baity
Pejuang yang tak henti
Melawan arus ombak merah
Dengan percikan api
Dan badan dengan penuh darah
Pedih luka kau rasa
Patah tulang belulang kau derita
Demi Indonesia kita
Kau lah pahlawan tanpa jasa
PRAJURIT JAGA MALAM
Karya : Chairil Anwar
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
MAJU
Karya: Chairil Anwar
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
By; Chairil Anwar, Februari 1943.
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
ATAS KEMERDEKAAN
Karya : Supardi Djoko Damono
Kita berkata : jadilah
Dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
Di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
Di tepinya cakrawala
Terjerat juga akhirnya
Kita, kemudian adalah sibuk
Mengusut rahasia angka-angka
Sebelum Hari yang ketujuh tiba
Sebelum kita ciptakan pula Firdaus
Dari segenap mimpi kita
Sementara seekor ular melilit pohon itu :
Inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah
Baca Juga:
10+ Kata Ucapan Selamat Dirgahayu HUT RI Ke-76- Ada Bahasa Inggrisnya
20 Link Twibbon Dirgahayu HUT RI Ke-76 Bisa Pasang Bingkai Foto Dari HP
Cara Ganti Foto Profil Dengan Bingkai HUT RI Ke-76 Via Twibbonize
MENATAP MERAH PUTIH
Menatap merah putih
Melambai dan menari – nari di angkasa
Kibarannya telah banyak menelan korban
Nyawa dan harta benda
Berkibarnya merah putih
Yang menjulang tinggi di angkasa
Selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
Dan tetesan air mata
Dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
Untuk mengibarkan merah putih
Harus diawali dengan pertumpahan darah
Pejuang yang tak pernah merasa lelah
Untuk berteriak : Merdeka!
Menatap
Merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
Membinasakan penidas dari negeri tercinta
Indonesia
Menatap
Merah putih adalah bergolaknya darah
Demi membela kebenaran dan azasi manusia
Menumpas segala penjajahan
Di atas bumi pertiwi
Menatap
Merah putih adalah kebebasan
Yang musti dijaga dan dibela
Kibarannya di angkasa raya
Berkibarlah terus merah putihku
Dalam kemenangan dan kedamaian
HARI KEMERDEKAAN
Akhirnya tak terlawan olehku
Tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
Ke hati kita semua
Bendera-bendera dan bendera-bendera
Bendera kebangsaanku
Aku menyerah kepada kebanggan lembut
Tergenggam satu hal dan kukenal
Tanah dimana kuberpijak berderak
Awan bertebaran saling memburu
Angin meniupkan kehangatan bertanah air
Semat getir yang menikam berkali
Makin samar
Mencapai puncak kepecahnya bunga api
Pecahnya kehidupan kegirangan
Menjelang subuh aku sendiri
Jauh dari tumpahan keriangan dilembah
Memandangi tepian laut
Tetapi aku menggengam yang lebih berharga
Dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
Makin bercahaya makin bercahaya
Dan fajar mulai kemerahan.
MERDEKA TENTANG
Oleh : Tati Suryani
Kemerdekaan kini telah berubah haluan
Terjajah penjajah dalam kemiskinan ekonomi sosial budaya
Paha-paha liar terpamer modernisasi
Kebebasan jadi budaya hak asasi
Kakek pejuang meski tanpa bintang tanda jasa
Malam-malam mengintai di sepi semak belukar
Meraut bambu hingga runcing
Memasang jebakan hingga musuh datang terpancing
Kemerdekaan gaung kembali di tiang bendera
Kobarkan semangat jiwa raga
Anak-anak sekolah giat berlatih upacara bendera
Anakku yang kecil jadi ikut euforia
Kita takkan jatuh hanya karena mafia
Kita takkan berpisah hanya karena tolikara
Kita adalah bhineka tunggal ika
Karena kita adalah Indonesia







