Profil KH Yahya Cholil Staquf Ketum PBNU 2022-2026

KH Yahya Cholil Staquf

Buletin Islam | Perhelatan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama akan digelar pada tanggal 22-23 Desember 2021 di lampung sudah selesai, dan KH Yahya Cholil Staquf secara resmi akan memimpin NU hingga 2026 mendatang.

KH Yahya Cholil Staquf berhasil memenangi hati para muktamirin yang hadir dalam proses voting pemilihan Ketum PBNU.

Bacaan Lainnya

Terbukti, Kiai yang juga masih keponakan dari Gus Mus tersebut memperoleh suara ….. jauh meninggalkan siara petaha yakni KH. Said Aqil Siradj.

Siapakah KH Yahya Cholil Staquf ? berikut profilnya.

Profil KH Yahya Cholil Staquf

Gus Yahya Tsaquf, yang keponakan Gus Mus (KH Mustofa Bisri) adalah mantan Juru Bicara Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Yahya Cholil Staquf saat ini sebagai Katib Aam Nahdlatul Ulama (NU).

KH. Yahya Cholil Staquf dididik dari masa kanak-kanak awal pendidikan formal dan spiritual pertama-tama oleh ayahnya, kakeknya dan pamannya, dari keluarga Bisri yang terkenal dari Rembang, Jawa Tengah.

Selanjutnya oleh Kyai Haji Ali Maksum (1915 – 1989) di rumahnya sekaligus merupakan madrasah di Yogyakarta. KH. Ali Maksum sendiri adalah murid langsung Syekh Umar Hamdan al-Makki (1858 – 1948) dan Syekh Hasan Masshat al-Makki (1900 – 1979) Mekah.

Baca Juga : SAH ! KH Yahya Cholil Staquf Jadi Ketum PBNU 2022-2026

Dimasa reformasi politik tanah air KH. Yahya Cholil Staquf adalah anggota Komisi Pemilihan Nasional Indonesia dan selama transisi kekuasaan dari pemerintahan otoriter ke demokrasi, dan menjabat sebagai juru bicara kepresidenan untuk kepala negara Indonesia pertama yang dipilih secara demokratis – Kyai Haji Abdurrahman Wahid yang mengepalai Nahdlatul Ulama selama 15 tahun.

Yahya Cholil Staquf juga pernah dipercaya sebagai tenaga ahli perumus kebijakan pada “Dewan Eksekutif Agama Agama di Amerika Serikat – Indonesia” yang didirikan berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Presiden Obama dan Presiden Jokowi pada Oktober 2015, dalam rangka “menjalin kemitraan strategis antara
AS dan Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *