Klasemen F1 2026 Usai Meksiko: Antonelli Juara Dunia, Perebutan Posisi 2 Memanas

Grand Prix Meksiko 2026 tidak hanya menentukan pemenang balapan, tetapi juga mengunci gelar dunia pembalap. Kimi Antonelli dari Mercedes finis ketiga di Autódromo Hermanos Rodríguez, Senin 2 November 2026 pukul 03.00 WIB, dan hasil itu membuatnya tidak lagi terkejar di klasemen, meskipun musim masih menyisakan empat balapan. Di belakangnya, perebutan posisi kedua justru semakin panas, karena Max Verstappen, Lewis Hamilton, George Russell, dan Charles Leclerc kini terpisah hanya dalam rentang belasan poin.

Sebelum balapan Meksiko, Antonelli memimpin dengan 365 poin, unggul 123 poin atas Russell yang memiliki 242 poin, dan 124 poin atas Hamilton yang memiliki 241 poin. Verstappen berada di posisi keempat dengan 236 poin, dan Leclerc kelima dengan 233 poin. Syarat gelar bagi Antonelli sangat ringan: finis kesembilan saja sudah cukup. Ia melampauinya dengan finis ketiga, yang memberinya tambahan 15 poin.

Mobil balap melaju di depan penonton
Foto: Mobil balap melaju di depan penonton, oleh Jonathan Ikemura via Unsplash.

Dengan sistem poin standar, klasemen pasca-Meksiko menjadi seperti berikut. Antonelli memimpin dengan 380 poin. Verstappen naik ke posisi kedua dengan 261 poin berkat kemenangan di Meksiko yang memberinya 25 poin. Hamilton berada di posisi ketiga dengan 259 poin setelah finis kedua dan mendapat 18 poin. Russell turun ke posisi keempat dengan 250 poin setelah finis keenam dan mendapat 8 poin. Leclerc berada di posisi kelima dengan 245 poin setelah finis keempat dan mendapat 12 poin. Norris berada di posisi keenam dengan 221 poin setelah finis kelima dan mendapat 10 poin.

Di belakang enam besar, Piastri mengoleksi 150 poin setelah finis ketujuh dan mendapat 6 poin. Hadjar tetap di angka 105 poin karena finis di luar zona poin, sedangkan Lawson naik menjadi 79 poin setelah finis kesembilan dan mendapat 2 poin. Gasly naik menjadi 43 poin setelah finis kesepuluh dan mendapat 1 poin. Colapinto, yang finis kedelapan dan mendapat 4 poin, naik menjadi 31 poin, dan menjadi salah satu peraih poin penting bagi timnya di papan tengah.

Angka-angka ini menjelaskan mengapa gelar Antonelli sudah terkunci. Dengan empat balapan tersisa, seorang pembalap maksimal hanya bisa menambah 100 poin dari empat kemenangan, tanpa memperhitungkan poin tambahan lain yang mungkin tersedia. Selisih Antonelli atas Verstappen, pesaing terdekatnya, adalah 119 poin, sehingga tidak ada kombinasi hasil yang bisa membalikkan keadaan. Gelar ini juga membuat Antonelli menjadi juara dunia termuda, sebuah rekor yang sebelumnya dipegang pembalap yang memenangi gelar di usia jauh lebih tua.

Namun, musim belum kehilangan daya tariknya. Perebutan posisi kedua kini menjadi cerita utama. Verstappen memimpin dengan 261 poin, tetapi Hamilton hanya tertinggal dua poin di belakangnya, dan Russell hanya tertinggal sebelas poin dari Verstappen. Leclerc, dengan 245 poin, juga masih dalam jangkauan, hanya terpaut enam belas poin dari posisi kedua. Satu balapan yang buruk bagi salah satu dari mereka, atau satu kemenangan bagi yang lain, bisa mengubah urutan ini secara dramatis.

Baca Juga: Skenario Gelar Kimi Antonelli di F1 GP Meksiko 2026: Finis Kesembilan Saja Sudah Cukup dan Ferrari di F1 GP Meksiko 2026: Hamilton Pole, Leclerc Ketiga, dan Peluang Ganda yang Tidak Boleh Disia-siakan.

Persaingan konstruktor pun patut diperhatikan. Mercedes, yang mengantar Antonelli menjadi juara dunia, tentu ingin mengunci gelar konstruktor secepat mungkin. Ferrari, dengan dua mobil di empat besar di Meksiko, masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi, sementara Red Bull, berkat kemenangan Verstappen, tetap menjadi ancaman. McLaren, dengan Norris dan Piastri yang sama-sama finis di zona poin, juga masih berada dalam persaingan yang ketat.

Empat balapan tersisa, yaitu di Brasil, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi, masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Brasil terkenal dengan cuaca yang berubah-ubah dan peluang menyalip yang besar, Las Vegas menghadirkan balapan malam di jalan raya kota, Qatar menuntut ketahanan fisik di suhu tinggi, dan Abu Dhabi menjadi penutup musim yang sering menentukan gelar. Tahun ini, balapan-balapan itu tidak lagi menentukan juara dunia, tetapi akan menentukan siapa yang finis kedua, ketiga, dan seterusnya, serta siapa yang membawa momentum ke musim berikutnya.

Bagi Antonelli, empat balapan terakhir adalah kesempatan untuk menikmati gelar pertamanya tanpa tekanan, sekaligus membuktikan bahwa ia layak menjadi juara, bukan sekadar pembalap yang beruntung. Bagi Verstappen, Hamilton, Russell, dan Leclerc, empat balapan itu adalah final mini untuk posisi runner-up, sebuah pencapaian yang tetap bergengsi dan berpengaruh pada negosiasi, sponsor, serta kepercayaan diri tim. Bagi penonton, itu berarti musim 2026 masih menyimpan banyak drama, meskipun nama juaranya sudah terukir.

Catatan redaksi: angka poin pasca-Meksiko dihitung dari poin sebelum balapan yang tercantum di laman klasemen resmi Formula 1 dengan sistem poin standar berdasarkan posisi finis, karena laman klasemen resmi tersebut belum diperbarui pada saat artikel ini ditulis. Urutan finis merujuk pada pelacak live resmi Formula 1 yang telah menandai balapan selesai.

Sumber

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *