Lama Tak Dipanggil Timnas, Rafael Struick Pilih Kerja Keras di Dewa United demi Kembali ke Garuda

Penyerang Dewa United, Rafael Struick, mengungkapkan kesiapannya untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia. Pemain berusia 23 tahun itu mengaku memilih fokus meningkatkan performa bersama klub agar bisa kembali mendapatkan kesempatan membela Garuda. Sikap ini menunjukkan kedewasaan seorang pemain muda yang tidak larut dalam kekecewaan karena lama tak dipanggil.

Ia juga menegaskan kesiapannya apabila mendapat panggilan dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Bagi Struick, pintu tim nasional tidak pernah benar-benar tertutup, selama ia mampu membuktikan kualitasnya di lapangan setiap pekan bersama Dewa United.

Pemain berusia 23 tahun tersebut kini berupaya menunjukkan kualitasnya melalui penampilan bersama Dewa United. Konsistensi di level klub menjadi salah satu hal yang ingin ia jaga demi membuka peluang kembali masuk skuad. Dalam sepak bola modern, pelatih tim nasional memang sangat memperhatikan menit bermain dan kontribusi nyata pemain di klubnya.

Rafael mengaku tidak ingin terlalu memikirkan peluang pemanggilan ke tim nasional. Ia memilih berkonsentrasi bersama Dewa United dan berusaha memberikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan. Sejujurnya, ia tidak mengharapkan apa-apa, ia hanya berusaha terus bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaiknya.

Ia berharap penampilan dan kualitasnya bersama klub dapat menarik perhatian Herdman. Rafael juga memastikan dirinya siap apabila kembali mendapat kesempatan memperkuat Indonesia. Harapan semacam ini wajar bagi pemain yang pernah merasakan atmosfer tim nasional dan ingin kembali menjadi bagian dari perjuangan Garuda.

Di sisi lain, gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner, menilai pertandingan tandang pada FIFA Matchday November dapat menjadi persiapan penting bagi skuad. Ia menilai bagus memainkan pertandingan tandang, sebab tim sudah memainkan banyak pertandingan kandang, seperti AFF dan juga FIFA ASEAN Cup. Bermain tandang, menurutnya, juga merupakan persiapan bagus bagi tim.

Persiapan tandang memang memiliki nilai tersendiri. Bermain di kandang lawan melatih mental, adaptasi terhadap tekanan suporter tuan rumah, serta kemampuan menjaga fokus di lingkungan yang tidak bersahabat. Pengalaman semacam itu akan sangat berguna ketika Indonesia menghadapi laga-laga besar di turnamen resmi.

Timnas Indonesia tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand. Indonesia dijadwalkan melawan Qatar pada Sabtu, 16 Januari 2027 di Stadion Aramco, Al Khobar. Pada laga terakhir fase grup, Indonesia akan menghadapi Thailand pada Rabu, 20 Januari 2027. Grup yang berat ini menuntut persiapan matang, termasuk dari sisi mental bertanding di laga tandang.

Kisah Struick menjadi pengingat bahwa karier pemain sepak bola selalu bergerak dalam siklus: ada masa dipanggil, ada masa terlewat. Yang membedakan pemain yang kembali dan yang tenggelam adalah responsnya. Struick memilih respons yang paling sederhana sekaligus paling sulit: bekerja keras, tampil konsisten, dan membiarkan performanya yang berbicara, sebagaimana diberitakan pula melalui kategori Olah Raga di Buletin Islam.

Baca Juga: Keputusan Berani Igor Tolic: Debut Notsuda Berbuah Kemenangan Persib atas Melbourne Victory

Sumber:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *