Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, Ini Syarat Utama yang Perlu Disiapkan Pelajar

Pelajaran Pendidikan Agama

Kabar baik datang bagi para pelajar Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri. Program Beasiswa Garuda yang digagas pemerintah kembali memberi sinyal akan membuka pendaftaran untuk tahun 2027. Pengumuman awal disampaikan melalui akun Instagram resmi program tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026, sehingga para pelajar masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri sebelum tanggal pendaftaran diumumkan secara resmi.

Beasiswa Garuda merupakan bagian dari program SMA Unggul Garuda. Namun, penting dipahami bahwa menjadi murid SMA Unggul Garuda tidak otomatis membuat seseorang langsung menjadi penerima beasiswa ini. Beasiswa ini diberikan kepada putra-putri pelajar dengan kemampuan akademik level atas yang hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri, sehingga proses seleksinya tetap menuntut persiapan yang serius.

Syarat utama pertama adalah skor IQ minimal 120. Tes IQ tersebut wajib diterbitkan oleh Biro Konsultasi Psikologi di universitas yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tes yang digunakan sekurang-kurangnya harus mencakup kompetensi verbal, numerikal, spasial, memori, serta pemrosesan informasi. Dengan kata lain, penilaian tidak hanya melihat satu kemampuan, tetapi gambaran kemampuan berpikir secara menyeluruh.

Syarat utama kedua berkaitan dengan kemampuan berbahasa Inggris, yaitu skor IELTS minimal 6,5. Selain itu, nilai pada tiap komponen tes juga tidak boleh kurang dari 6,0. Ketentuan ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa yang diukur bukan hanya nilai keseluruhan, melainkan juga kemampuan di setiap aspek, seperti mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara, yang semuanya penting untuk mengikuti perkuliahan di luar negeri.

Syarat utama ketiga adalah skor SAT minimal 1.200. Apabila pelamar belum memiliki hasil tes SAT atau skornya masih di bawah ambang tersebut, pelamar wajib mengikuti ketentuan yang ditetapkan penyelenggara sebagai pengganti atau pelengkap. Karena itu, pelajar yang belum pernah mengikuti tes ini sebaiknya mulai mencari informasi tentang jadwal, lokasi, dan materi tes sejak dini, agar tidak terburu-buru menjelang penutupan pendaftaran.

Di luar tiga syarat utama tersebut, informasi tentang proses dan jadwal seleksi serta daftar universitas dan program studi prioritas juga perlu dicermati. Setiap perguruan tinggi tujuan memiliki karakteristik, persyaratan tambahan, dan tenggat waktu yang berbeda. Pelajar disarankan menentukan tujuan studi sejak awal, menyesuaikan pilihan jurusan dengan minat dan rencana karier, serta menyiapkan dokumen pendukung secara bertahap.

Komponen beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya pendaftaran, tunjangan buku, transportasi, hingga pengurusan visa. Cakupan ini membuat beasiswa ini sangat membantu keluarga, karena beban biaya terbesar dalam studi luar negeri tidak hanya terletak pada uang kuliah, tetapi juga pada biaya hidup, perjalanan, dan administrasi. Meski demikian, penerima tetap perlu mengelola keuangan dengan bijak dan mempersiapkan diri secara mental untuk belajar jauh dari rumah.

Sebagai langkah persiapan, pelajar dapat mulai menyusun rencana belajar yang terstruktur. Latihan soal untuk tes kemampuan akademik, pembiasaan membaca dan menulis dalam bahasa Inggris, serta simulasi wawancara dapat dilakukan secara rutin. Dukungan guru, orang tua, dan pembimbing juga penting, terutama untuk menjaga motivasi ketika proses persiapan terasa panjang dan melelahkan. Informasi pendidikan lainnya dapat dibaca melalui kategori Pengetahuan di Buletin Islam.

Baca Juga: BINUS Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Memberi Akses Gratis Kiro dari AWS untuk Mahasiswa

Sumber:

Pos terkait