Beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya

Puisi Sebagai Media Ekspresi Siswa SLTP Madura

Kabar baik bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah membuka pendaftaran Beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah tahun 2026. Program ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri yang membutuhkan dukungan biaya sekaligus pembinaan selama masa studi.

Beasiswa ini menyasar mahasiswa Indonesia yang kuliah di delapan negara, yaitu Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Tunisia, Turki, Yaman, dan Yordania. Di negara-negara tersebut, tidak sedikit mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan, terutama di bidang keislaman dan bahasa Arab. Kehadiran beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban biaya hidup sekaligus menjaga semangat belajar para mahasiswa di perantauan.

Menurut Baznas, beasiswa yang diberikan tidak sekadar bantuan biaya hidup. Para penerima manfaat juga memperoleh pembinaan rutin setiap bulan bersama Baznas dan mitra Baznas. Pembinaan ini penting karena mahasiswa di luar negeri tidak hanya menghadapi tantangan akademik, tetapi juga tantangan adaptasi budaya, bahasa, dan kehidupan sehari-hari yang jauh dari keluarga. Pendampingan yang terstruktur membantu penerima beasiswa tetap fokus pada studi dan pengembangan diri.

Pendaftaran untuk menjadi penerima beasiswa dibuka hingga tanggal 9 November 2026 pukul 17.00 WIB. Calon pendaftar dapat mengakses tautan pendaftaran yang disediakan Baznas, yaitu bazn.as/DaftarBCBTimteng2026. Karena batas waktunya cukup dekat, calon pendaftar disarankan segera menyiapkan berkas dan tidak menunda hingga hari terakhir, agar terhindar dari kendala teknis.

Setelah pendaftaran ditutup, proses seleksi berjalan dalam beberapa tahap. Seleksi berkas dijadwalkan pada 10–18 November 2026, kemudian pengumuman seleksi berkas pada 26 November 2026. Peserta yang lolos berkas akan mengikuti seleksi wawancara pada 27–30 November 2026, dan pengumuman kelulusan final dijadwalkan pada 10 Desember 2026. Jadwal yang jelas ini membantu pendaftar mempersiapkan diri pada setiap tahap, termasuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara.

Adapun syarat pendaftar antara lain: Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga; Muslim atau Muslimah, baik laki-laki maupun perempuan; mahasiswa aktif tingkat 1–4 yang dibuktikan dengan isbat qayyid atau surat keterangan aktif dari kampus; diutamakan jenjang S1 dan terbuka untuk jenjang S2; tidak sedang menerima beasiswa dari pihak lain; tidak menikah dan bersedia tidak menikah selama menerima beasiswa; berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik; serta memiliki hafalan Al-Qur’an. Persyaratan ini menunjukkan bahwa beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang serius belajar dan memiliki komitmen menjaga amanah bantuan yang diterima.

Bagi mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, beasiswa semacam ini memiliki makna lebih dari sekadar bantuan dana. Dukungan dari lembaga zakat nasional menjadi jembatan antara masyarakat Indonesia dan para pelajar di luar negeri, sekaligus pengingat bahwa perjuangan menuntut ilmu di negeri orang tidak dijalani sendirian. Dengan pembinaan yang menyertainya, penerima beasiswa diharapkan tumbuh menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi bagi masyarakat setelah kembali ke tanah air.

Calon pendaftar juga perlu memastikan seluruh dokumen yang diminta sudah lengkap dan sesuai ketentuan sebelum mengunggahnya. Surat keterangan aktif dari kampus, identitas diri, serta bukti prestasi sebaiknya dipersiapkan sejak awal agar proses pendaftaran berjalan lancar. Informasi seputar dunia pendidikan lainnya dapat dibaca pada kategori Pengetahuan di Buletin Islam.

Baca Juga: Beasiswa Garuda 2027 Segera Dibuka, Ini Syarat Utama yang Perlu Disiapkan Pelajar

Baca Juga: UKBI Gratis untuk Guru: Pemerintah Dorong Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia

Sumber:

Pos terkait