Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka jalan bagi lulusan pendidikan vokasi untuk menimba pengalaman di luar negeri. Sebanyak 3.030 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dilepas untuk mengikuti program magang dan bekerja di luar negeri. Langkah ini ditujukan untuk memperluas akses kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.
Pelepasan dilakukan dalam kegiatan Pelepasan 3000 Lulusan Dikmen Diksus Magang dan Kerja di Luar Negeri, yang dipantau secara daring dari Jakarta Pusat pada Kamis, 29 Oktober 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa program ini memberi kesempatan kepada lulusan vokasi untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sekaligus meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan pasar kerja global.
“Ini merupakan upaya untuk memperluas akses kebekerjaan dan pengalaman kerja internasional bagi lulusan SMK dan LKP, yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus daya saing serta kesiapan lulusan dalam memenuhi tuntutan dunia kerja internasional,” kata Tatang.
Dari total 3.030 peserta, sebanyak 1.530 orang merupakan lulusan dari 231 SMK di 26 provinsi. Mereka terdiri atas 1.066 peserta program magang dan 464 peserta program bekerja di luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 450 peserta berasal dari 32 SMK di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, program ini juga melibatkan 1.500 lulusan LKP dari 17 lembaga di tiga provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Para peserta akan ditempatkan di berbagai negara dengan kebutuhan kompetensi dan bahasa yang beragam, mulai dari negara-negara Eropa, Jerman, Jepang, Turki, Bulgaria, Korea Selatan, Malaysia, hingga kawasan Timur Tengah. Keragaman tujuan ini menegaskan bahwa lulusan vokasi Indonesia kini dipersiapkan untuk bersaing di banyak pasar kerja sekaligus, bukan hanya satu atau dua negara.
Menurut Tatang, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi para lulusan untuk beradaptasi dan memenuhi kebutuhan dunia kerja di negara tujuan. Bahasa bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci agar peserta bisa memahami instruksi kerja, berkomunikasi dengan rekan kerja, dan beradaptasi dengan budaya setempat. Ia juga menilai kesiapan kompetensi yang ditunjukkan para peserta menjadi bagian penting dalam memperluas peluang lulusan pendidikan vokasi Indonesia untuk berkarier di tingkat internasional.
Program ini merupakan kelanjutan dari upaya Kemendikdasmen membuka akses kerja luar negeri bagi lulusan pendidikan vokasi. Sebelumnya, lebih dari 10 ribu lulusan SMK dan LKP telah diberangkatkan untuk bekerja di luar negeri. “Alhamdulillah, sampai saat ini berarti sudah mencapai lebih dari 13 ribu lulusan SMK dan LKP yang bekerja di luar negeri,” ujar Tatang.
Melalui program magang dan penempatan kerja di luar negeri ini, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan pendidikan vokasi yang memperoleh pengalaman profesional internasional, meningkatkan keterampilan, serta memiliki daya saing untuk memasuki pasar kerja global. Bagi para peserta, kesempatan ini bukan hanya soal bekerja di negeri orang, tetapi juga tentang membawa pulang keterampilan, etos kerja, dan jejaring yang kelak bermanfaat bagi Indonesia.
Baca Juga:
- Beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
- UKBI Gratis untuk Guru: Pemerintah Dorong Standar Kemahiran Berbahasa Indonesia
Sumber: ANTARA – Kemendikdasmen lepas 3.030 lulusan SMK dan LKP ke luar negeri
