5 Wisata Sejarah di Semarang yang Layak Dikunjungi

Semarang sering dikenal lewat kulinernya dan keramaian pusat kotanya, tetapi kota ini juga menyimpan jejak sejarah yang berlapis. Sebagaimana ditulis IDN Times, Semarang menyimpan jejak sejarah berlapis, dari jalur perdagangan pesisir hingga komunitas Jawa-Tionghoa yang telah lama menetap di sana. Berjalan menyusuri tempat-tempat bersejarahnya terasa seperti membaca kota ini lapis demi lapis: ada masa perdagangan pesisir, masa kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, hingga kehidupan masyarakat yang terus berjalan hingga kini.

Menariknya, tempat bersejarah di Semarang tidak selalu berbentuk museum yang menyimpan benda-benda lama di balik kaca. Banyak di antaranya masih hidup dan berfungsi: kawasan yang masih dilalui pejalan kaki, masjid yang masih dipakai beribadah, dan monumen yang berdiri di tengah kesibukan kota. Berikut lima wisata sejarah di Semarang yang layak dikunjungi, dipilih dari daftar sepuluh tempat bersejarah yang disusun IDN Times.

Jalan kota tua dengan bangunan bersejarah dan lampu jalan klasik
Jalan kota tua dengan bangunan bersejarah dan lampu jalan klasik. Foto ilustrasi umum, BUKAN foto Semarang: Marcelo Brigato / Pexels.

1. Kota Lama Semarang

Cerita sejarah Semarang cukup lekat dengan kawasan Kota Lama. Pada masa kolonial, kawasan ini berkembang sebagai pusat permukiman dan aktivitas komunitas Eropa, dan jejaknya masih terasa ketika berjalan menyusuri jalan-jalannya. Bangunan-bangunan tua dengan gaya arsitektur kolonial berdiri berdampingan dengan kafe dan ruang kreatif masa kini, sehingga kawasan ini cocok sebagai titik awal untuk memahami wajah lama Semarang. Datanglah pada pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari membuat fasad bangunan tampak paling fotogenik dan udara lebih nyaman untuk berjalan kaki.

2. Lawang Sewu

Dari Kota Lama, cerita perkembangan Semarang juga bisa dilihat dari sejarah perkeretaapian. Lawang Sewu dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. Namanya melekat karena banyaknya pintu dan bukaan pada bangunan, meskipun jumlah pintunya tidak benar-benar seribu. Kini, Lawang Sewu menjadi salah satu ikon wisata Semarang yang paling dikenal, dengan arsitektur megah, lorong-lorong panjang, dan kaca patri yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

3. Sam Poo Kong

Jauh sebelum Semarang berkembang menjadi kota modern seperti sekarang, kawasan pesisirnya sudah menjadi tempat persinggahan jalur perdagangan. Sam Poo Kong adalah salah satu jejak tertua dari masa itu. Bangunan yang terlihat sekarang memperlihatkan kuatnya pengaruh budaya Tionghoa melalui warna, bentuk, dan ornamennya, sekaligus menjadi pengingat bahwa Semarang sejak lama adalah kota pertemuan berbagai budaya. Mengunjungi tempat ini memberi gambaran tentang sisi Semarang yang terbentuk lewat perdagangan dan perantauan, jauh sebelum gedung-gedung kolonial berdiri.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Sejarah di Jawa Timur yang Layak Dikunjungi dan Wisata Religi yang Menenangkan: Ziarah dengan Adab dan Persiapan Matang

4. Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman

Kalau ingin melihat sisi lain dari sejarah Semarang sebelum dominasi kolonial semakin kuat, kawasan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman adalah tempat yang tepat. Bangunan masjid memperlihatkan ciri arsitektur Jawa, terutama pada bentuk atap bertingkatnya. Keberadaannya menjadi bukti bahwa kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Jawa telah mengakar di Semarang sejak lama, berdampingan dengan komunitas-komunitas lain yang datang lewat jalur perdagangan. Bagi pengunjung Muslim, tempat ini juga menawarkan kesempatan untuk beribadah sekaligus belajar sejarah dalam satu kunjungan.

5. Tugu Muda

Semarang juga punya bagian sejarah yang jauh lebih dekat dengan masa kemerdekaan. Tugu Muda didirikan untuk mengenang perjuangan para pemuda dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan posisinya di tengah kawasan yang ramai membuat kisah tersebut terasa semakin kuat. Berdiri di sekitar monumen ini, pengunjung bisa merasakan bahwa sejarah Semarang tidak berhenti pada masa kolonial, melainkan berlanjut hingga masa perjuangan yang membentuk Indonesia modern. Tugu Muda juga berdekatan dengan Museum Mandala Bhakti, sehingga keduanya bisa dikunjungi dalam satu rute.

Tips Menjelajahi Wisata Sejarah Semarang

Agar kunjungan terasa maksimal, susunlah rute dari kawasan yang berdekatan: mulailah dari Kota Lama, lanjutkan ke Lawang Sewu, lalu ke kawasan Masjid Kauman dan Tugu Muda, dan sisihkan waktu khusus untuk Sam Poo Kong. Gunakan alas kaki yang nyaman karena sebagian besar kunjungan dilakukan dengan berjalan kaki, bawalah air minum, dan perhatikan adab saat mengunjungi tempat ibadah yang masih aktif digunakan. Jangan ragu bertanya kepada pemandu atau petugas setempat, karena banyak kisah menarik yang tidak tertulis di papan informasi.

Semarang sebenarnya bisa dibaca seperti sebuah kota yang dibangun lapis demi lapis. Ada masa ketika pelabuhan dan perdagangan membentuknya, masa ketika bangunan kolonial mengubah wajahnya, dan masa ketika para pemuda mempertahankannya sebagai bagian dari Indonesia merdeka. Mengunjungi tempat bersejarah di Semarang akan terasa berbeda kalau kita tidak hanya datang dan berfoto, tetapi juga meluangkan waktu untuk memahami cerita di baliknya. Lima tempat di atas adalah awal yang baik untuk mengenal Semarang lebih dalam, dan masih ada lima tempat lain dari daftar IDN Times, seperti Pasar Johar, Museum Mandala Bhakti, Kelenteng Tay Kak Sie, Gereja Blenduk, dan Gereja Gedangan, yang bisa menjadi rencana kunjungan berikutnya.

Sumber:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *