Wisata Malang: 7 Destinasi Terbaik dari Kampung Warna-Warni hingga Bromo

Wisata Malang: 7 Destinasi Terbaik dari Kampung Warna-Warni hingga Bromo

Malang adalah salah satu kota wisata paling lengkap di Jawa Timur. Berada di dataran tinggi dengan udara yang sejuk, dikelilingi oleh pegunungan, kota ini menyimpan destinasi yang sangat beragam: kampung warna-warni yang fotogenik, kawasan heritage peninggalan Belanda, kampung budaya yang sarat sejarah, museum-museum yang mendidik, hingga akses menuju Gunung Bromo yang legendaris. Tidak heran bila pada tahun 2016 saja tercatat 3.987.074 wisatawan domestik dan 9.535 wisatawan mancanegara berkunjung ke Kota Malang, sebuah lonjakan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Kota yang didirikan pada 1 April 1914 ini terletak pada ketinggian antara 440 hingga 667 meter di atas permukaan laut. Suhu udaranya rata-rata berkisar antara 22,4 hingga 24,3 derajat Celsius, dengan suhu maksimum mencapai 30,2 derajat dan suhu minimum 16,5 derajat Celsius. Kota ini dikelilingi oleh Gunung Arjuno di sebelah utara, Gunung Semeru dan Gunung Bromo di sebelah timur, serta Gunung Kawi dan Gunung Panderman di sebelah barat, yang menjadikan udaranya cenderung sejuk sepanjang tahun. Malang dikenal dengan julukan kota pendidikan, kota bunga, kota wisata, dan kota seni, serta memiliki slogan pariwisata “Beautiful Malang”. Kota ini juga memiliki keunikan bahasa lokal yang disebut Bahasa Walikan atau osob Kiwalan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya “Malang” menjadi “Ngalam”, “bakso” menjadi “oskab”, dan “burung” menjadi “ngurub”.

Bacaan Lainnya

Wisata Malang: 7 Destinasi Terbaik dari Kampung Warna-Warni hingga Bromo

Matahari terbit di atas Gunung Bromo, Jawa Timur. Foto: Daneswara Eka via Pexels.

1. Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi
Destinasi pertama yang wajib dikunjungi adalah Kampung Wisata Jodipan atau Kampung Warna-Warni. Kampung ini adalah kampung warna-warni pertama di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi favorit di Kota Malang. Rumah-rumah di kampung ini dicat dengan warna-warna cerah, sehingga setiap sudutnya menjadi latar foto yang menarik. Di seberangnya terdapat Kampung Tridi yang terkenal akan mural di dinding-dinding perumahannya, seperti Haji Lane di Singapura. Kedua kampung tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan kaca, dan keduanya merupakan tempat swafoto favorit para wisatawan.

Baca Juga: 5 Wisata Kuliner Khas Malang yang Wajib Dicoba

Baca Juga: Wisata Yogyakarta: 7 Destinasi Terbaik dari Candi hingga Pantai

2. Alun-Alun Tugu dan Kawasan Jalan Ijen
Alun-Alun Tugu yang terletak persis di depan Balai Kota Malang dihiasi oleh Tugu Malang, air mancur, bunga, kolam dengan teratai, bunga khas Malang, pohon palem, dan lampu plastik yang berbentuk seperti bunga matahari. Dari Alun-Alun Tugu, Anda dapat berjalan menyusuri kawasan Jalan Ijen, salah satu peninggalan dari arsitek Herman Thomas Karsten, yang penuh dengan bangunan warisan Belanda, termasuk Gereja Kayutangan yang berarsitektur gotik. Kawasan ini adalah tempat terbaik untuk merasakan suasana Malang tempo doeloe.

3. Kampung Budaya Polowijen dan Kampung Topeng Malangan
Bagi pencinta budaya, Kampung Budaya Polowijen adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Kampung ini dianggap sebagai kampung budaya karena menyimpan dan menampilkan berbagai situs warisan Ken Dedes pada zaman dahulu, dan memiliki perpustakaan unik yang terletak di saung. Tidak jauh dari sana, ada pula Kampung Topeng Malangan, di mana pengunjung akan disambut ratusan topeng dengan aneka warna dan berbagai karakter seperti dalam kisah-kisah Panji, sejak dari gerbang menuju kawasan tersebut. Malang juga dikenal dengan tari khasnya, Tari Topeng Malang, yang umumnya menggunakan cerita Panji dari periode klasik.

4. Museum-Museum Malang
Malang yang merupakan pusat pemukiman sejak zaman purbakala memiliki banyak peninggalan bersejarah, yang kini dapat dilihat di berbagai museum. Di kota ini, museum sudah ada sampai tingkat kecamatan. Museum yang menyimpan peninggalan-peninggalan tersebut, antara lain Museum Mpu Purwa dan Museum Brawijaya, yang menyimpan koleksi peninggalan perang kemerdekaan. Selain itu, ada juga Museum Malang Tempoe Doeloe dan Museum Bentoel yang berisikan sejarah Bentoel Group dan pendirinya. Mengunjungi museum-museum ini adalah cara yang menyenangkan untuk memahami perjalanan panjang kota Malang.

5. Gunung Bromo
Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Malang tanpa meluangkan waktu untuk Gunung Bromo. Kota Malang dikelilingi oleh Gunung Semeru dan Gunung Bromo di sebelah timur, dan keduanya dapat dicapai sebagai perjalanan sehari dari Malang. Panorama matahari terbit di Bromo dengan lautan pasir dan kepulan asap dari kawahnya adalah pemandangan yang telah dikenal di seluruh dunia. Siapkan jaket tebal, berangkatlah dini hari, dan nikmati salah satu matahari terbit terindah di Indonesia.

6. Alun-Alun Merdeka dan Taman Kota
Alun-Alun Merdeka adalah taman terbesar di Malang dan terletak di depan Kantor Bupati Malang. Alun-alun yang sudah ada sejak tahun 1882 ini menyediakan titik permainan ramah anak dan air mancur. Kota Malang terpilih menjadi salah satu dari lima kota dengan udara terbersih di Asia, sebuah pencapaian yang merupakan hasil dari komitmen bersama warga untuk terus mengasrikan dan mempercantik taman kota. Kota Malang pun dikenal bersih dan memiliki taman tematik, sehingga membantu peraihan penghargaan Taman Kota Terbaik, serta penghargaan Adipura dan Adiwiyata di bidang lingkungan.

7. Wisata Kuliner Malang
Malang merupakan kota kuliner, terutama kuliner dengan harga terjangkau, karena banyak penduduknya adalah pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kota ini memiliki banyak warung yang cukup legendaris dan telah bertahan lama hingga puluhan tahun, antara lain Toko Oen yang berdiri sejak 1930, Warung Tahu Telur Lonceng yang berdiri pada awal 1900-an, dan Gerai Putu Lanang Celaket yang berdiri sejak 1935. Jangan lewatkan pula bakso Malang yang terkenal dan festival kuliner Malang Tempo Doeloe, di mana dijual berbagai sajian kuliner zaman dahulu, mulai dari cenil, putu, sampai grendul. Sebagai oleh-oleh, Malang terkenal sebagai daerah penghasil apel, dengan dua jenis yang terkenal, yaitu apel manalagi yang berbentuk bulat, berwarna hijau, dan rasanya manis segar, serta apel anna. Selain itu, ada pula sari apel dan strudel, kue berlapis dari pastri dengan isian buah-buahan, yang terbilang baru dikenal sejak akhir 2014.

Untuk berkeliling kota, Pemerintah Kota Malang menyediakan Bus Macito, singkatan dari Malang City Tour, yang diluncurkan pada Februari 2015. Bus tingkat wisata berwarna hijau ini disediakan secara gratis dan khusus untuk para wisatawan. Bus ini beroperasi dari depan gedung DPRD Kota Malang dan rutenya melewati beberapa titik penting di tiap sudut kota, di antaranya beberapa museum penting, kawasan Jalan Ijen, dan wisata kuliner. Selain itu, Kota Malang dapat dicapai dengan kereta api melalui Stasiun Malang, dengan pesawat melalui Bandara Abdul Rachman Saleh yang melayani rute domestik, serta dengan mobil melalui Jalan Tol Pandaan-Malang.

Beberapa tips sebelum berkunjung: bawalah jaket karena udara Malang bisa terasa dingin di pagi dan malam hari, datanglah ke destinasi populer seperti Kampung Warna-Warni pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan cahaya terbaik, siapkan uang tunai untuk warung-warung kecil, dan jagalah kebersihan tempat wisata yang Anda kunjungi. Dengan udara yang sejuk, budaya yang kaya, dan kuliner yang menggoda, Malang adalah destinasi yang selalu memberi alasan untuk kembali.

Sumber:
Wikipedia bahasa Indonesia – Kota Malang: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Malang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *