Pilih Filter Udara Racing Atau Standar Untuk Mobil

Tidak seperti produk OEM, sparepart fast moving yang satu ini hanya sekali pakai. Itu pun hanya bisa bertahan setelah menempuh jarak +8.000 KM. Namun jangan remehkan filter standar OEM mengingat kemampuannya dalam “menjerat” debu ternyata lebih baik dari part aftermarket-nya. Sebab sekecil apapun debu yang masuk ke ruang bakar, dalam jangka panjang pasti menimbulkan masalah yang mana malah akan lebih sering ke bengkel.

Debu yang menyelinap masuk bisa menimbulkan timbunan pada bagian throttle body, injektor bahkan sensor-sensor lainnya pada motor injeksi. Dan dalam beberapa kasus, disemprot cairan semacam Carburetor Cleaner pun bukan solusi untuk membersihkan kerak debu yang menempel.

Bacaan Lainnya

Pilih Filter Aftermarket atau Filter OEM

pada umumnya akan lebih memilih filter udara racing daripada standar karena tergiur performa yang ditawarkan. Memang, karena saat gas digeber, pasokan udara jauh lebih lancar sehingga efek tenaga bisa dirasakan secara spontan. Padahal mesin hanya akan terdorong hanya sepersekian Horse Power, itu pun dengan menyesuaikan settingan motor terlebih dulu. Hal tersebut akan sangat ideal jika penggunaan filter udara jenis ini hanya untuk tujuan kompetisi atau event khusus.

Sedangkan buat motor harian, Filter OEM pabrikan masih bisa diandalkan untuk mesin yang lebih bersih serta pembakaran yang optimal. Yang pasti, kedua jenis ini berbeda bak langit dan bumi yang tak bisa disatukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *